Penulis : Grace Kolin
Masjid merupakan sebuah tempat suci yang digunakan oleh seluruh umat Islam di dunia untuk melakukan ibadah. Bentuk masjid tidak terlepas dari salah satu ciri khas yang dimiliki, yaitu adanya kubah yang terletak di atas bangunan masjid. Namun, berbeda dengan bentuk masjid pada umumnya, Masjid Jamie Darussalam yang terletak di Tanah Abang, Jakarta tidak memiliki kubah di atas bangunannya, melainkan atap segitiga dari fiber dan kaca. Desain masjid unik ini dirancang oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Pada mulanya, pembangunan masjid yang unik ini, tidak terlepas dari kontroversi. Sempat ada penolakan dari warga ketika desain masjid ditunjukkan. Namun pengurus masjid yang sepakat dengan Ridwan Kamil membantu menjelaskan kepada masyarakat mengenai bentuk bangunan masjid. Menurut sang perancang, alasan dibalik bangunan Masjid Jamie Darussalam yang berbentuk segitiga adalah dikarenakan atap berbentuk kubah tidak cocok untuk daerah tropis. Dengan alasan inilah warga kemudian setuju dan didirikanlah masjid ini.
Masjid Jamie Darussalam diresmikan pada tanggal 25 Juni 2015 dan memiliki dua lantai dengan desain modern minimalis. Berdiri di atas lahan 900 meter persegi, masjid ini cukup nyaman untuk kegiatan ibadah warga sekitar. Bentuk bangunan masjid ini miring dan bertemu di atas membentuk segitiga, hal ini memiliki filosofi seolah-olah orang yang berada di dalam masjid ini seperti sedang berada di liang kubur dengan tujuan agar mereka senantiasa mengingat akan kematian.
Masjid ini juga tampak indah dengan ornamen kaligrafi lafaz Laa Ilaha Illallah yang memenuhi ruangan dinding hampir di semua sudut masjid ini. Selain itu, masjid ini juga dirancang dengan sistem eco friendly, dimana pada siang hari, masjid ini tidak menggunakan lampu listrik sama sekali. Seperti masjid pada umumnya, ruang ibadah untuk jamaah perempuan dan laki-laki dipisah. Pada Masjid Jamie Darussalam, ruang ibadah untuk perempuan terletak di lantai 1, sementara ruang ibadah untuk perempuan terletak di lantai 2.
Masjid Jamie Darussalam dapat menampung jamaah hingga 700 orang. Meski sempat tutup pada awal pandemi Covid-19, namun kini, masjid ini telah dibuka kembali dengan kapasitas jamaah dibatasi sebesar 50% dari jumlah normal. Dalam suasana bulan suci Ramadan, masjid unik ini dapat menjadi salah satu referensi destinasi religi di Jakarta.
