Sumber Gambar : Canva Pro
Penulis : Grace Kolin
Jika dibandingkan dengan tanaman pada umumnya yang memiliki daun, tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli) terbilang cukup unik. Tanaman yang memiliki ranting yang bulat silindris berbentuk pensil dan berwarna hijau ini kadang tampak tidak berdaun, karena memang sifat daunnya yang sangat mudah rontok. Tumbuhan yang juga dikenal dengan pencil cactus ini mampu hidup di area dimana tanaman lain tidak bisa atau sulit untuk tumbuh. Di Indonesia sendiri, patah tulang sering ditanam sebagai tanaman pagar, tanaman hias atau dibiarkan tumbuh liar.
Mengapa dinamakan patah tulang? Alasannya karena tumbuhan ini hanya tersusun dari batang-batang mirip tulang-belulang berwarna hijau, sehingga menyebabkannya dinamakan tumbuhan patah tulang. Selain itu, tanaman ini dinamakan patah tulang karena kegunaan yang dimilikinya, yaitu untuk mengobati patah tulang.
Menurut penelitian tahun 2007 yang diterbitkan dalam buku Atlas Tanaman Obat, salah satu kegunaan dari tanaman patah tulang adalah untuk mengobati fraktur atau patah tulang. Untuk mengobati patah tulang, caranya adalah dengan menggosokkan getah tumbuhan ini pada kulit di atas tulang yang patah. Meski begitu, pengobatan medis dari dokter tetap menjadi langkah utama dalam menyembuhkan patah tulang. Tindakan yang diambil dokter tentunya akan bergantung pada tingkat keparahan patah tulang yang dialami.
Selain dapat mengobati patah tulang, apa saja manfaat lain dari tanaman patah tulang? Berikut beberapa manfaat dari tanaman ini untuk kesehatan dan lingkungan, sebagaimana yang dilansir dari orami.co.id:
- Mencegah infeksi
Tanaman patah tulang memiliki sifat antiinflamasi dan anti bakteri. Kandungan ini dapat mencegah luka agar tidak mengalami infeksi. Selain itu, sifat antiinflamasi pada tanaman ini juga menghambat penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus.
- Mencegah pertumbuhan sel kanker
Tanaman patah tulang merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan untuk pengobatan kanker. Menurut penelitian, kandungan antioksidan pada tanaman ini berperan dalam melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat paparan radikal bebas.
- Mengatasi radang sendi
Menurut Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, tanaman patah tulang memiliki sifat anti radang sendi. Kandungan tersebut bisa mengurangi rasa sakit pada sendi. Studi lain menunjukan, kandungan antiinflamasi pada tanaman ini juga dapat mengatasi rasa nyeri pada persendian, termasuk osteoporosis dan osteoarthritis.
- Membersihkan udara
Tanaman patah tulang adalah membersihkan udara. Kandungan dalam tanaman patah tulang efektif dalam membasmi bakteri dan mengendalikan radiasi. Tidak hanya itu, tanaman ini juga mampu menyerap polutan melalui daun tanaman, membasmi bakteri, menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen yang diubah dari karbon dioksida.
Dengan segudang manfaat yang dimiliki tanaman patah tulang, selalu ingat untuk menjauhkan getah tanaman ini dari mata, karena jika mengenai mata, getahnya bisa mengakibatkan kebutaan sementara yang dapat berlangsung sampai beberapa hari hingga kebutaan permanen.
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber

