Penulis: Grace Kolin

Pada tahun 2016, Riestya Estika mengawali tekadnya untuk berkebun sejak ia menjadi ibu rumah tangga penuh waktu. Ia ingin berkebun karena menurutnya berkebun dapat mendukung kegiatannya sebagai ibu rumah tangga. Selain itu, dari hasil berkebun, ia juga bisa memasak makanan yang sehat untuk keluarganya.

Saat ini Riestya tengah mengelola kebun miliknya yang terletak di Depok, Jawa Barat. Ukuran kebunnya tegolong cukup mini, dengan luas 2,7 kali x 33 m. Meskipun tidak begitu luas, kebun Riestya memiliki banyak tanaman yang dapat dikonsumsi.

“Untuk teman-teman di rumah yang ingin berkebun, jangan ragu, walau lahan kita terbatas. Kita bisa berkebun, sesempit apapun itu, kita bisa menghasilkan sayuran sehat yang kita panen dari kebun, yang kita rawat dengan cinta, untuk keluarga kita tercinta,” kata Riestya.

Lewat tayangan Bumiku Satu DAAI TV, Riestya membagikan beberapa tips berkebun di lahan sempit. Yang pertama adalah menanam microgreens yang tidak terlalu membutuhkan banyak tempat dan cahaya. Yang kedua, mempraktikkan leveling dengan meletakkan tanaman di rak yang berjenjang agar semua tanaman dapat memperoleh sinar matahari.  “Karena umumnya tanaman yang bisa dikonsumsi atau tanaman edible, itu adalah tanaman yang membutuhkan banyak sinar matahari,ujarnya.

Selain berkebun di lahan yang sempit, Riestya juga menerapkan sistem organik lewat compost bag yang ia taruh di kebun. Compost bag ini berasalkan tanah dan ia isi dengan sisa sampah dapur seperti ampas kopi dan teh, cangkang telur, sayuran-sayuran yang sudah busuk, kulit buah hingga buah-buah yang sudah tidak layak makan.

Setelah berjalan kurang lebih 6 tahun lamanya, Riestya merasakan banyak manfaat dari berkebun untuk jiwa dan raganya. Secara jiwa, ia menjadi jauh lebih tentram. Sementara secara raga, dia merasa lebih sehat, karena ketika berkebun di pagi hari, tubuhnya jadi berkeringat dan terkena sinar matahari, sehingga sehabis berkebun, tubuhnya menjadi jauh lebih segar dan bugar.

Dari berkebun Riestya juga bisa membuka berbagai peluang, misalnya berjualan peralatan berkebun dan tanaman, mengenal banyak teman baru hingga menjadi content creator di kanal YouTube MGB Garden. “Ilmu-ilmu yang saya dapatkan, saya bagikan di YouTube agar banyak orang yang bisa melihat dan juga mungkin jadi terinspirasi dari apa yang saya dapatkan,” tutur Riestya.