Ilustrasi: Tanaman hidroponik memanfaatkan air sebagai media tanam, sehingga cocok untuk masyarakat perkotaan yang memiliki lahan sempit. (Foto/Canva)
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat masyarakat melirik aktivitas berkebun, salah satunya dengan teknik hidroponik untuk menghalau rasa bosan.
Apalagi bagi masyarakat perkotaan yang memiliki lahan sempit, hidroponik menjadi primadona untuk menanam berbagai komoditas hortikultura seperti sayuran.
Hal ini dikarenakan budidaya tanaman hidroponik memanfaatkan air sebagai media tumbuhnya dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.
Hidroponik bisa memberikan hasil budidaya yang melimpah jika perawatan dilakukan secara intensif. Bukan hanya memanen hasil sayuran, jika dijadikan sumber bisnis, hidroponik bisa mendatangkan keuntungan.
Petani hidroponik, Armanto pun melirik peluang bisnis hidroponik di masa pandemi ini. Dalam acara Halo Indonesia, Armanto mengaku selalu kedatangan 15 orang pembeli setiap harinya dari hasil berkebunnya dan bisa menguliahkan kedua anaknya di luar kota.
Walaupun terlihat mudah, menanam hidroponik tidak bisa sembarangan. Armanto menjelaskan bahwa setiap tanaman memiliki teknik menanam dan nutrisi yang berbeda-beda. Lebih baik fokus pada satu jenis tanaman terlebih dulu.
“Masing-masing tanaman hidroponik perlakuannya tidak sama. Sebagai petani hidroponik, kita mencari membutuhkan tanaman sejenis yang tumbuhnya seragam” ujar Armanto
Petani kota ini menjalankan dua metode penanaman di kebun hidroponik miliknya yaitu metode hidroponik murni dengan media tanah air dan metode semi hidroponik dengan media tanam non tanah.
Metode hidroponik murni memiliki perhatian khusus karena kebutuhan nutrisinya harus diatur sedemikian rupa agar setiap sayuran dapat penen secara merata dan dapat dipanen sesuai aturan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk sayuran hidroponik.
Apa Saja Manfaat Menanam Hidroponik?
Bercocok tanam dengan cara hidroponik memiliki segudang manfaat di antaranya:
- Ramah lingkungan dan tidak kotor.
- Hama dan penyakit tanaman lebih sedikit dibandingkan menanam dengan media tanah.
- Hemat air dan pupuk
- Tidak merusak tanah
- Pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas tanaman terjaga
- Hemat lahan, waktu, dan tenaga.
Tips Memulai Budidaya Hidroponik
1.Tentukan Teknik yang Akan Digunakan
Tentukan teknik hidroponik yang akan digunakan. Secara umum ada beberapa media yang digunakan dalam budidaya hidroponik, yaitu air, kerikil, pasir, pecahan batu bata, spons, sekam padi, dan sebagainya.
2. Pilih Media Tanam yang Tepat
Pilih media hidroponik yang mudah membuang kelebihan air, gambut, menyimpan air, dan memiliki keasaman tanah netral. Media juga tidak boleh memiliki kandungan zat beracun agar tanaman tidak rusak.
3. Pilih Jenis Tanaman yang Tepat
Tanaman yang biasanya ditanam secara hidroponik adalah tanaman hortikultura seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Pada awal budidaya sebaiknya difokuskan pada satu jenis tanaman saja.
Selain itu, pilihlah bibit tanaman yang berkualitas. Bibit hibrida biasanya lebih banyak dicari dan dianggap lebih optimal.
4. Pemberian Nutrisi Tanaman Harus Tepat
Unsur hara yang dibutuhkan tanaman adalah N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, dan Cl. Pemberian unsur hara ini harus tepat karena setiap tanaman memiliki jumlah penggunaan yang berbeda-beda.
Sebelum memulai budidaya hidroponik, berkonsultasilah dengan ahli hidroponik agar pertumbuhan tanaman maksimal. Pemberian unsur hara pada tanaman digunakan agar tanaman bisa tumbuh subur.
5. Perhatikan Asupan Air dan Oksigen
Keberadaan oksigen dan air untuk tanaman sangatlah penting. Tanaman bisa layu apabila kekurangan oksigen. Kualitas air yang tercemar logam berbahaya juga bisa membuat tanaman mati.Pastikan air dan oksigen memadai agar budidaya hidroponik berhasil.
Bercocok tanam hidroponik memiliki banyak manfaat. Teknik penanamannya juga lebih mudah dibandingkan menanam menggunakan media tanah. Setelah membaca informasi di atas, tertarik dengan budidaya teknik hidroponik?
NR
Referensi
BKP. Tips Jitu Memulai Budidaya Hidroponik. Diakses pada 16 September 2021, dari http://bkp.pertanian.go.id/blog/post/tips-jitu-memulai-budidaya-hidroponik.
