Ilustrasi: Berjualan online menggunakan sosial media dapat menjangkau lebih banyak pelanggan. (Foto/Canva).
Tren marketing selalu berkembang mengikuti perkembangan teknologi. Bagi pemilik bisnis online, kehadiran media sosial memiliki peluang besar untuk menghubungkan konsumen ke toko online yang sedang dijalankan.
Saat ini terdapat berbagai macam media sosial yang digunakan untuk memasarkan pemilik bisnis online seperti TikTok, Facebook, Youtube, Blog, Instagram, Twitter, Snapchat, LINE, dan lain sebagainya.
Menurut data yang dirilis We Are Social, pengguna media sosial di Indonesia mencapai 130 juta orang dengan waktu yang dihabiskan per harinya selama 3 jam 14 menit.
Selama pandemi, kegiatan belanja pun meningkat karena adanya PPKM dan berkurangnya mobilitas di luar rumah. Media sosial menjadi alat untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dan memasarkan produk tanpa harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga di luar rumah.
Tips Memanfaatkan Media Sosial Untuk Bisnis Online
1.Menentukan Target Pasar yang Potensial
Sebelum berjualan di sosial media, carilah target pasar potensial sesuai dengan produk yang ingin jual sehingga lebih banyak pengguna sosial media yang tertarik
Cara termudah untuk mencari target market potensial adalah dengan menentukan produk yang spesifik kepada kelompok tertentu, misalnya anak muda, perempuan, ataupun ibu-ibu.
Buatlah group di Facebook, WA, Twitter, Instagram, dan media sosial lainnya dengan mengangkat tema khusus. Misalnya group “Grosir Baju Import Murah”, “Kaos Pria Kekinian”, “Busana Muslimah”, dan lain sebagainya. Group yang mengangkat topik khusus lebih mudah diterima oleh masyarakat bila sesuai dengan minat mereka.
Selain itu, jangan lupa posting foto dan keterangan yang menarik sesuai dengan target pasar untuk menambah pelanggan baru maupun tetap menarik pelanggan lama dalam jangka panjang.
2 .Buat Kalender Konten
Banyak penjual online yang belum memanfaatkan media sosial sebagai kanal marketing yang efektif. Buatlah media sosial menjadi platform yang aktif dan tidak asal mengunggah konten ataupun foto.
Buatlah jadwal konten yang menyeluruh dalam kurun waktu tertentu. Anda juga perlu merencanakan kapan konten harus dirilis dan menggunakan platform yang mana.
Misalnya, hari Selasa, Rabu, dan Jumat akan memposting konten jualan di Instagram, hari Kamis dan Sabtu giliran memposting konten di Tiktok, sedangkan hari setiap 2 hari sekali memposting konten di Facebook. Gunakanlah berbagai fitur aplikasi yang bisa memposting konten secara otomatis agar lebih memudahkan jadwal posting.
3. Pisahkan Akun Pribadi dan Akun Bisnis
Banyak penjual online yang memulai bisnisnya melalui akun pribadi untuk menjangkau pelanggan melalui followers atau orang dekat yang sudah dikenal. Namun saat penjualan semakin pesat, alangkah baiknya pisahkanlah akun pribadi dan akun bisnis untuk memudahkan promosi dan menjangkau lebih banyak pelanggan.
Jika tidak ingin membuat akun baru karena takut tidak memiliki banyak followers, ubahlah akun pribadi menjadi akun bisnis untuk berjualan. Buatlah akun pribadi dengan memfollow ulang orang-orang yang sebelumnya sudah dikenal.
4. Merespon dan Berkomunikasi Secara Baik dengan Para Pelanggan
Sangat disarankan untuk memberikan respon cepat kepada para pelanggan untuk mencegah kemungkinan para pembeli batal membeli produk.
Selain itu, bangun komunikasi yang baik dengan para pelanggan melalui kontak WA, maupun DM instagram secara berkala dan dengan cara yang baik, seperti menjawab pertanyaan, menanyakan apakah barang telah sampai, serta meminta testimoni.
Salah satu caranya misalnya dengan menjawab pertanyaan, menanyakan apakah barang telah sampai, dan meminta testimoni. Ingatlah mereka saat Anda ingin update dagangan melalui Line, biarkan mereka melihat produk-produk terbaru Anda melalui sosmed.
5. Memperluas Jaringan Dengan Memanfaatkan Hashtag dan Iklan
Selalu gunakan hashtag pada postingan di media sosial,khususnya Twitter, TikTok, dan Instagram untuk memudahkan orang lain ketika melakukan pencarian produk.
Anda bisa menuliskan hashtag di bagian bawah status sesuai produk yang dijual, misalnya toko busana wanita menggunakan #BajuDasterTermurah, #PusatKerudungJakarta, dan lain sebagainya.
Selain hashtag, gunakan iklan untuk menjangkau lebih banyak followers baru. Meskipun berbayar, iklan dapat digunakan agar produk yang dijual dapat lebih cepat terjual dan menarik pelanggan secara luas.
6.Membuat Konten yang Menarik
Konten yang menarik akan membuat orang melakukan like, comment, atau share status ada sehingga lebih banyak pelanggan yang mengenal akun dan bisnis yang dijalankan. Salah satu cara menarik perhatian adalah dengan membuat konten yang sedang menjadi trend agar viral dan menarik masyarakat luas.
Namun, jangan pernah membuat konten yang mengandung unsur SARA atau menjelek-jelekan kompetitor atau brand lain karena bisa menghancurkan bisnis yang sudah dibangun dan dianggap tidak profesional.
Tips berjualan online di media sosial yang dijelaskan di atas memang terkesan sederhana dan mudah dilakukan. Namun dibutuhkan komitmen dan waktu untuk mencapai tujuan berbisnis online yang ingin anda capai.
NR
Memanfaatkan Media Sosial
Referensi
We Are Social. Indonesian Digital Report 2021. Diakses pada 22 November 2021, dari https://andi.link/hootsuite-we-are-social-indonesian-digital-report-2021/.
