Penulis : Akbar Fauzi
Editor : Grace Kolin
Semua orangtua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Salah satunya, dengan memastikan agar anak-anaknya memperoleh pendidikan agar mereka dapat menggapai masa depan yang lebih cerah. Keinginan ini tak jarang menjadi salah satu faktor yang mendorong sebagian orangtua dalam mendaftarkan anaknya di berbagai tempat dan jenis les.
Tidak dapat dipungkiri, dengan mengikuti banyak les, wawasan anak menjadi semakin bertambah. Namun di sisi lain, anak juga akan merasakan dampak negatif seperti:
- Kelelahan fisik
Menjalani banyak aktivitas dalam waktu berdekatan bukan tidak mungkin menyebabkan anak merasa kelelahan, mereka sudah belajar disekolah sekian jam, yang kemudian setelah sekolah mereka diharuskan untuk mengikuti les dengan berbagai tugas dan aktivitas lainnya. Orangtua perlu mewaspadai dampak kelelahan pada anak, karena itu penting bagi orangtua untuk membantu anak dalam membagi waktunya agar anak tidak kesulitan dalam beraktivitas.
- Kurangnya waktu bermain
Dalam periode usianya, anak-anak masih suka bermain, baik bermain sendiri maupun dengan teman sebayanya. Namun jika anak didaftarkan les dengan beragam jenis aktivitas maka waktu bermainnya akan terpotong habis dan anak tidak bisa menikmati masa kecilnya dalam bermain.
“Anak kalau di push belajar terus khawatir nanti jadi pemarah, dan berdampak pada hal lain. Harusnya orangtua berikan waktu free time agar anak punya kesempatan bermain dengan teman-temannya,” kata Psikolog Tara de Thouars yang dikutip dari suara.com.
- Kesulitan fokus pada satu hal
Melalui berbagai jenis les yag dipilih, tentunya orangtua berharap anak-anaknya sukses dalam menjalani aktivitas dalam kesehariannya, namun nyatanya anak akan jadi sangat sulit untuk fokus secara maksimal pada satu hal.
Ada baiknya, orangtua perlu menyeimbangkan kegiatan belajar anak dengan kegiatan lainnya. Ini adalah salah satu kunci agar anak bisa merasa bahagia dan tetap menikmati masa kecilnya.

