gambar telapak kaki sumber dari canva

Penulis : Akbar Fauzi

Editor : Grace Kolin

Coba perhatikan telapak kaki Anda baik-baik, apakah telapak kaki anda memiliki lengkungan? Keberadaan lengkungan pada telapak kaki ternyata sangat penting. Dengan lengkungan tersebut, otot-otot di daerah lutut dan kaki dapat terbebani dan mendorong otot-otot dan struktur jaringan di sekitarnya bekerja lebih keras untuk mempertahankan posisi tubuh agar dapat berdiri dengan stabil. Selain itu, lengkungan pada telapak kaki juga berfungsi untuk meredam goncangan saat kaki digunakan untuk berjalan.

Normalnya, kaki memiliki urat yang berfungsi untuk menarik telapak kaki menjadi cekung. Lalu apa jadinya jika telapak kaki tidak memiliki cekungan alias datar? Kaki datar (flat foot) bukan hanya sekadar mitos. Pada kondisi ini, seluruh telapak kaki akan menyentuh lantai ketika berdiri.

Kondisi yang tidak normal ini bisa terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Tanda atau gejala yang mungkin muncul yaitu rasa sakit di telapak kaki, pergelangan kaki, dan area sekitar kaki, pergelangan kaki bengkok ke samping, rasa sakit yang terasa hingga tulang kering, rasa lelah yang terus-menerus terasa pada betis atau kaki, serta rasa sakit pada punggung, pinggul dan lutut.

Kaki datar normal dialami oleh bayi dan balita. Ini dikarenakan pada periode tersebut, lengkungan kaki belum berkembang dan masih tertutup oleh jaringan lemak. Namun bagaimana jika lengkungan kaki dapat tidak kunjung berkembang atau terbentuk setelah periode tersebut?

Dilansir dari halodoc.com, flat foot pada anak bisa dihubungkan dengan beberapa kondisi, yaitu:

  • Kelainan atau cacat bawaan lahir.
  • Masalah pada koordinasi gerakan tubuh atau dispraksia.
  • Gangguan pada bentuk di bagian tulang kering kaki atau disebut juga calcaneovalgus.
  • Mengalami hipermobilitas pada sendi atau kondisi ketika sendi terlalu aktif.
  • Mengidap Sindrom Ehlers-Danlos.
  • Mengidap cerebral palsy.

Sementara, flat foot pada orang dewasa bisa terjadi karena kondisi atau kelainan berikut ini:

  • Penyakit Parkinson.
  • Distrofi otot.
  • Robekan atau peradangan pada tendon.
  • Cedera pada ligamen kaki.
  • Mengalami rheumatoid arthritis.
  • Dislokasi atau perubahan posisi sendi atau patah tulang.
  • Memakai sepatu dengan hak tinggi dalam waktu lama yang membuat tendon mengalami peregangan.

Selain itu, ada juga beberapa faktor yang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya flat foot pada seseorang yaitu :

  • Berusia lanjut.
  • Mengidap diabetes.
  • Mengalami obesitas dan tekanan darah tinggi.
  • Mempunyai ukuran kaki yang besar.
  • Sedang menjalani masa kehamilan pada wanita.
  • Melakukan olahraga dengan tingkat intensitas tinggi, seperti sepak bola atau tenis.

Jika tidak segera ditangani, kondisi kaki rata bisa berunjung pada berbagai komplikasi seperti mengalami osteofit atau munculnya benjolan pada sekitar sendi, mengalami peradangan pada sendi atau arthritis, bunion, nyeri pada lutut dan pinggul, serta mengalami kapalan dan bidai tulang kering.

Oleh karena itu, penting untuk segera mendapatkan penanganan dokter dalam bentuk pemeriksaan seperti X-ray, CT scan, Ultrasound dan MRI apabila Anda meraskan sakit pada telapak kaki. Dengan salah satu metode pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan apakah Anda memang mengalami flat foot atau kondisi lainnya. Jika terdiagnosis flat foot, dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai. Pengobatan yang mungkin akan direkomendasikan oleh dokter yaitu menggunakan alat penyokong lengkungan telapak kaki, latihan peregangan, penggunaan dan pemilihan sepatu yang tepat, terapi fisik dan prosedur operasi jika terjadi robekan pada tendon.

Pencegahan telapak kaki datar yang dapat dilakukan pada orang dewasa dapat dicegah dengan merawat kaki, menghindari cedera serta selalu menerapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga berat badan tetap sehat dan ideal agar tidak memberikan tekanan lebih pada kaki.