Ilustrasi: Kista ovarium ditandai dengan adanya suatu kantong cairan di dalam indung telur. (Foto/Canva).
Ovarium adalah sistem reproduksi perempuan yang berukuran sebesar biji kenari. Tiap wanita memiliki dua indung telur (ovarium), yaitu di bagian kanan dan kiri rahim.
Salah satu penyakit yang menyerang sistem reproduksi ini adalah kista ovarium. Kista ini biasanya muncul selama masa subur yang ditandai dengan adanya suatu kantong cairan.
Dr. Feby Febriana, SpOG, Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dalam acara Bincang Sehati DAAI TV menjelaskan bahwa kista dan miom adalah penyakit yang berbeda
“Kista berbeda dengan miom karena miom berisi jaringan ikat padat yang terletak di jaringan rahim. Sedangkan kista adalah suatu kantong massa (selaput) yang berisi cairan dan terletak di indung telur,” ujar dr. Feby.
Dr. Feby juga menjelaskan bahwa penyebab kista ovarium biasanya terjadi karena peradangan atau infeksi serta ketidakseimbangan hormon. Penyakit ini lebih sering menyerang perempuan dengan usia reproduksi yang masih aktif, yaitu berusia 16-45 tahun.
Hal-hal yang dapat memicu atau memperparah kista ovarium adalah:
- Kondisi genetik
- Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)
- Penyakit tertentu, seperti endometriosis dan infeksi atau radang panggul
- Efek samping obat-obatan seperti pil KB, pil penyubur kandungan, atau terapi pengganti hormon.
- Menderita kanker payudara
Gejala Kista Ovarium
Dilansir Alodokter, gejala kista umumnya dirasakan jika ukuran kista membesar atau menghambat pasokan darah ke ovarium atau indung telur. Benjolan ini dapat disertai dengan gejala:
- Nyeri di bagian bawah perut, payudara, atau saat berhubungan seksual.
- Perubahan menstruasi dengan perdarahan yang banyak atau lebih sedikit dari normal serta siklus menstruasi yang tidak teratur.
- Gangguan pencernaan seperti sering merasa kenyang, perut terasa kembung, sulit buang air besar dan sering buang air kecil.
- Pusing
- Mual dan muntah
Diagnosis dan Penanganan Kista Ovarium
Keberadaan kista ovarium dapat terdeteksi oleh dokter melalui USG, tes kehamilan, laparoskopi, tes darah atau tes hormon.
Pada pasien yang telah menopause dengan kista berisi bahan padat, dokter dapat melakukan tes darah antigen kanker 125 (CA 125).
Langkah penanganan tergantung dari jenis dan ukuran kista, serta usia penderita kista. Umumnya kista akan hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus.
Hal yang membuat kista ovarium berbahaya adalah ketika pecah, berukuran sangat besar, atau menghalangi suplai darah ke ovarium.
Terdapat penanganan yang dapat dilakukan antara lain apabila ukuran kista semakin membesar atau membahayakan kondisi pasien, seperti pemantauan rutin, meresepkan pil KB, operasi pengangkatan kista, hingga operasi pengangkatan ovarium.
Bila merasakan adanya gejala atau memiliki faktor resiko kista ovarium yang telah, segeralah periksakan diri ke dokter agar kista tidak berkembang menjadi kanker ovarium.
NR
Referensi
Alodokter. Gejala Kista Ovarium. Diakses pada 23 November 2021, dari https://www.alodokter.com/kista-ovarium/gejala.
