Sayur besan dari shopee.co.id

Sumber gambar: shopee.co.id

Penulis: Grace Kolin

Kuliner dan pesta pernikahan ibarat satu kesatuan yang tak terpisahkan. Karena itu, akan kurang lengkap rasanya jika pesta pernikahan berlangsung tanpa kehadiran kuliner. Dalam pesta pernikahan masyarakat Betawi misalnya, ada satu kuliner yang wajib dihidangkan, yaitu sayur besan.

Dinamakan sayur besan karena santapan ini memang khusus untuk besan atau orang tua dari calon menantu keluarga Betawi. Ciri khas yang membedakan sayur besan dengan sayur lainnya adalah pengunaan terubuk atau tebu telur sebagai bahan utama.

Tebu telur bukan berasal sejenis tanaman tebu, melainkan sejenis sayur yang bentuknya mirip dengan tanaman tebu. Umumnya, tebu telur baru bisa dipanen saat berusia enam sampai tujuh bulan. Sayur ini memiliki tekstur yang renyah dan gurih seperti rebung, namun lembut setelah digigit.

Tidak terlalu sulit untuk membuat sayur besan. Bahan-bahan yang dibutuhkan selain tebu telur adalah kentang. Bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai keriting merah, daun bawang, beberapa helai daun salam, terasi, dan santan.

Cara memasaknya pun mudah. Semua bumbu dihaluskan menjadi satu, kemudian dengan sedikit minyak goreng hingga harum. Masukan daun salam dan aduk hingga layu. Jangan lupa beri garam secukupnya.

Tuang santan sambil terus diaduk agar santan tidak pecah. Masukkan kentang dan tebu telur. Terakhir, taburi topping berupa bawang merah goreng agar lebih sedap. Sayur besan pun siap disantap dengan nasi putih hangat.  

Tidak hanya menjadi hidangan wajib dalam adat pernikahan Betawi, sayur besan juga memiliki sejumlah filosofi di baliknya, yakni lambang penghormatan terhadap orang tua mempelai. Butir butir terubuk yang menjadi bonggol, merupakan simbol dua keluarga yang menyatu dalam ikatan keluarga lewat pernikahan.