Rusa Puda, rusa terkecil di dunia.

Sumber Gambar : Canva Pro

Penulis : Grace Kolin

Rusa biasa identik dengan binatang berkaki empat yang berukuran agak tinggi dan memiliki tanduk bercabang. Namun, berbeda karakteristik rusa Pudu, spesies rusa yang justru memiliki ukuran tubuh yang kecil. Saking kecilnya, rusa ini dikenal rusa terkecil di dunia.

Pudu adalah hewan endemik Amerika Selatan yang terbagi menjadi dua jenis, yaitu Pudu Utara dan Pudu Selatan. Pudu Utara merupakan jenis Pudu yang menempati wilayah Kolombia, Venezuela, Peru dan Ekuardo, sementara Pudu Selatan merupakan jenis Pudu yang yang bermukim di kawasan Chili dan Argentina.

Menurut laman Animal Diversity Web, Pudu Selatan memiliki tinggi 35 – 45 cm yang dihitung dari bahu, sedangkan Pudu Utara berukuran lebih kecil yaitu 35 cm, terhitung dari bahu. Karena ukurannya ini, Pudu Utara mendapat gelar rusa terkecil di dunia.

Meskipun berbadan yang mungil, Pudu bukanlah hewan yang lemah. Menurut laman idntimes.com, Pudu memiliki kaki kecil yang kuat, ekor pendek dan tubuh yang bulat. Bentuk tubuh ini memudahkan Pudu dalam menghindari pemangsa dengan cara bersembunyi di balik semak belukar atau pepohonan kecil yang rimbun. Namun, ketika berada dalam posisi terancam, Pudu akan menyalak seperti anjing dan berlari secara zig-zag untuk membingungkan pemangsanya.

Selain itu, Pudu juga mahir berkamuflase. Warna cokelat pada bulu mereka dapat membantu menyamarkan mereka di antara dedaunan di musim gugur. Sehingga pemangsa pun jadi sulit untuk menemukan mereka.

Sayangnya, spesies-spesies unik ini tidak luput dari ancaman kepunahan. Pudu Selatan dinyatakan hampir terancam oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature). Dilansir Animalia, terancamnya spesies ini disebabkan karena hilangnya habitat akibat penggundulan hutan, peternakan, dan aktivitas manusia.

Selain itu, kelestarian mereka juga terancam oleh alih fungsi hutan menjadi perkebunan dan lahan terbuka, persaingan makanan dengan spesies lain dan serangan anjing domestik maupun liar yang dapat menyebarkan penyakit.

Bagaimana dengan Pudu Utara? Hingga saat ini, spesies Pudu Utara belum memiliki data yang cukup karena mereka sangat sulit ditemukan. Namun menurut IUCN, antara 1950-an sampai awal 1980-an, spesies ini sempat dieksploitasi masyarakat lokal, sehingga bukan tidak mungkin keberadaan spesies ini juga sama terancamnya dengan Pudu Selatan.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber