Rizki Syarif, Fisikawan CERN (Foto: YouTube Indonesia Mengglobal)
Mengubah jalan karier tidak pernah mudah. Dibutuhkan banyak waktu, usaha, dan tenaga agar bisa terus konsisten. Hal ini yang dilakukan Rizki Syarif saat mengubah karier dari seorang gitaris menjadi seorang fisikawan.
Nama Rizki Syarif kembali ramai diperbincangkan, setelah diketahui dirinya menjadi seorang fisikawan di Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire (CERN), atau Dewan Eropa untuk Riset Nuklir di Jenewa, Swiss.
Sebelumnya, Rizki dikenal sebagai gitaris dari grup musik Alexa. Namun, setelah beberapa tahun berkarier di bidang musik, Rizki pun hengkang pada tahun 2011.
Rizki meninggalkan kariernya di bidang musik, untuk melanjutkan studi di bidang fisika.
Awalnya, Rizki menghabiskan beberapa tahun di University of Sydney dan mendapatkan gelar sarjana ganda di bidang fisika dan matematika.
Mengutip dari Indonesia Mengglobal, Rizki mengaku mengambil jurusan fisika dan matematika karena memang menyukai bidang tersebut.
Rizki bahkan mengaku tidak terpikir untuk menjadi fisikawan. Ia hanya menyukai subjek tersebut dan melakukan apa yang ia bisa.
Selama masa sekolah dan kuliah, kata Rizki, dirinya merasa sangat tertarik untuk berkarier di bidang musik, bahkan selama masa sekolah dan kuliahnya. Akhirnya, ia pun bergabung dengan grup band Alexa sebagai gitaris.
“Saya tidak melakukan musik dan akademik sekaligus. Jadi kunci mengerjakan semuanya dengan seimbang adalah fokus. Waktu di musik, lumayan fokus di musik, waktu di akademik fokus di akademik,” ujar Rizki dikutip dalam tayangan YouTube Indonesia Mengglobal, Senin (6/3).
Setelah bergabung beberapa tahun sebagai gitaris di Alexa, Rizki menyadari bahwa ia tidak bisa melihat dirinya terus berkarier di bidang musik. Rizki merasa, karier yang sukses dan panjang merupakan bagian dari bisnis, tetapi Rizki sendiri tidak melihat dirinya sebagai seorang pebisnis.
“Saya sudah pernah punya waktu main musik dan saya baik-baik saja. (Saat itu) saya hanya merasa ini saatnya untuk pindah fokus ke hal lain,” lanjut Rizki.
Akhirnya, Rizki kembali melanjutkan studinya, dengan mengambil gelar PhD dalam bidang Fisika Partikel Eksperimental di Brown University, Amerika Serikat.
Meskipun tidak mudah dan membutuhkan banyak usaha, tetapi Rizki sangat mendedikasikan waktu dan tenaga untuk menyelesaikan studinya.
Menurut Rizki, salah satu motivasinya untuk kembali melanjutkan studi S3, adalah karena ia sangat suka belajar dan mengajar.
“Waktu masuk S3, saya tahu kalau saya punya kesempatan untuk mengajar. Jadi, saat S3 kita dapat bayaran untuk melakukan riset dan juga di tahap awal mengajar. Jadi, melakukan riset, belajar, dan dibayar itu sudah cukup jadi motivasi untuk saya,” tegas Rizki.
Ke depannya, kata Rizki, kesempatannya untuk berkarier masih terbuka lebar. Namun, Rizki ingin lebih fokus untuk melakukan riset yang lebih aplikatif di kehidupan sehari-hari.
“Bisa juga bantu mengajar. Saya sangat suka mengajar, mungkin saya masih membuka kesempatan untuk mengajar, tetapi siapa yang tahu. Untuk saat ini, seluruh kesempatan masih terbuka,” tutup Rizki.
Kini, keinginan Rizki pun tercapai seiring dengan pekerjaannya sebagai seorang fisikawan di CERN.

