Sumber Gambar : Refleksi DAAI TV
Penulis : Grace Kolin
Master Cheng Yen lewat kata perenungannya pernah menyampaikan bahwa setiap orang memiliki kemampuan tiada terhingga, termasuk orang dengan autisme seperti Raynaldi Halim. Mulanya, pria yang akrab disapa Aldy ini terlahir dengan normal dan bisa bicara pada 1997. Namun ketika menginjak usia 16 bulan, ia didiagnosis ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) yang merupakan salah satu spektrum autisme.
Mengidap autis tidak lantas membatasi bakat Aldy dalam melukis. Ayah Aldy, Syamsuar mengatakan bahwa dirinya telah melihat bakat Aldy dalam melukis sejak 2017. Orangtua Aldy pun mendukung bakat anaknya ini dengan mengikutkannya dalam terapi seni. Dengan terapi ini, keadaan Aldy semakin membaik. Selain itu, kegiatan melukis juga menjadi terapi sekaligus saluran komunikasinya.
“Semua yang melihat lukisan anak saya ini, mereka bilang anakmu berbakat sekali nih. Sampai akhirnya saya nemu teman ada yang di Paris, saya kirim nih lukisannya, langsung dia bilang, wah anakmu great professional artist. Ini sangat bagus nih, lukisannya harus dipamerankan. Nah, kita pergilah pameran,” kata Syamsuar.
Pada tahun yang sama, Aldy pun mulai intensif melukis abstrak dan telah mengikuti berbagai kegiatan dan pameran di dalam dan di luar negeri. Karya-karyanya juga mengundang perhatian panitia pameran internasional hingga kolektor seni lukis seperti Tossin Himawan. “Lukisan Aldy mengandung banyak detil nuansa yang sangat indah. Karya Aldy adalah bentuk dari dorongan energi dan imajinasi yang tumbuh dari kemurnian kalbu, dari talenta yang tersembunyi. Menarik. Semuanya mengalir dan bermuara di kanvas yang semarak dengan warna yang beraura,” puji Tossin, kolektor seni lukis sekaligus Penasehat Indonesian Watercolour Society.
Pada 2018, Aldy juga meraih rekor MURI sebagai ABK (Anak Berkemampuan Khusus) yang melukis lebih dari 1.000 karya dalam waktu 1 tahun oleh Jaya Suprana, selaku pihak Museum Rekor Indonesia. “Aldy sangat layak menerima anugerah Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI untuk suatu kemampuan seni rupa yang luar biasa superlatif!,” imbuh Jaya Suprana.
Kisah inspiratif Aldy tertuang dalam buku biografi berjudul Monolog Aldy, Kisah Inspiratif Artistika Lukisan Penyandang Autisma yang ditulis seorang kurator terkenal Agus Dermawan T. dengan kata pengatar oleh Jean Couteau. Buku ini menceritakan tentang penderitaan, perjuangan, prestasi hingga kebahagiaan dari Raynaldi Halim.

