Sumber : Independensi

Sumber Gambar : Merdeka.com

Penulis : Grace Kolin

Bicara soal budaya Indonesia, kurang lengkap rasanya jika tidak membahas seni tarinya. Salah satu tarian yang unik dari negara ini adalah tarian Rangkuk Alu. Sebagian orang tentu familiar dengan tarian yang satu ini, karena tarian ini pernah disiarkan di beberapa stasiun televisi. Dalam tarian ini, para melakukan gerakan tari sambil melompat menghindari jepitan dari bambu. Ini membuat tarian Rangkuk Alu menjadi unik dan tidak membosankan untuk ditonton.

Tari Rangkuk Alu merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tarian ini mulanya merupakan sejenis permainan tradisional, yaitu permainan Rangkuk Alu. Permainan ini menggunakan batang bambu sebanyak 4 hingga 6 batang dengan panjang bambu sekitar 2 meter. Batang-batang bambu tersebut kemudian disusun dan dimainkan secara diayunkan seperti menjepit oleh beberapa orang pemain. Lalu, salah satu atau dua pemain akan melompat-lompat untuk menghindari jepitan dari bambu tersebut.

Permainan Rangkuk Alu dulunya sering dimainkan seusai panen raya sebagai bentuk rasa syukur dan bahagia atas hasil panen. Biasanya, para remaja akan berkumpul dan meramaikan permainan ini saat bulan purnama bersinar terang. Untuk memainkan permainan permainan ini, dipilih tempat berupa tanah lapang yang keras dan tidak berumput, karena tanah yang berumput dapat memicu risiko terpeleset.

Untuk memainkan permainan ini bukanlah hal yang mudah, karena saat memainkannya dibutuhkan ketelitian dan gerakan kaki yang tepat agar kaki tidak terjepit di antara sepasang bambu. Meski terkesan penuh dengan tantangan, permainan ini secara tidak langsung dapat memberikan manfaat kepada orang yang memainkannya, seperti melatih konsentrasi dan ketangkasan.

Tidak jauh berbeda dengan permainan Ranguk Alu, Tari Rangkuk Alu juga mengadaptasi gerakan-gerakan yang ada pada permainan Rangkuk Alu. Bedanya, Tari Rangkuk Alu dilakukan dalam bentuk gerakan tari dan diiringi dengan irama musik dari alat musik tradisional berupa gong dan gendang. Penarinya juga dilengkapi dengan pakaian tradisional. Sementara versi permainannya lebih sederhana dan tidak wajib menyertakan kedua  hal tersebut. Kini, sebagai salah satu warisan budaya, Tari Rangkuk Alu juga ditampilkan di berbagai acara, mulai dari penyambutan tamu hingga festival sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber