Penulis : Grace Kolin

Ingin pensiun dini sekaligus memiliki kebebasan finansial? Anda mungkin bisa mencoba menerapkan konsep frugal living. Berasal dari bahasa Inggris, frugal artinya berhemat atau menghindari pemborosan. Seperti namanya, frugal living memiliki makna gaya hidup hemat dan bijak dalam mengelola finansial.

Gaya hidup ini dapat diterapkan oleh siapa saja, asalkan pelakunya betul-betul cermat dalam mengelola keuangan dan memiliki komitmen untuk berhemat. Biasanya masyarakat menerapkan gaya hidup ini karena memiliki motif ingin meraih kebebasan finansial di masa yang akan datang. Salah satu pelaku frugal living di Indonesia adalah Samuel dan istrinya, Claudia.

Mereka bekerja di salah satu perusahaan swasta dan menerapkan frugal living sejak tahun 2019. Lewat gaya hidup ini, mereka ingin mencapai konsep hidup FIRE atau Financial Independent Retire Early, yaitu pensiun dini sebelum usia 40 tahun karena telah memiliki kebebasan finansial. Untuk mweujudkan konsep ini, pasangan ini senantiasa mencatat dan mengelola setiap pengeluaran dengan bijak untuk mengurangi pembelian barang yang tidak diperlukan. Mereka juga membuat anggaran selama satu bulan dan satu tahun serta pos keuangan dalam rumah tangga.

Selain itu menabung dalam jangka pendek hingga jangka panjang juga dilakukan Samuel dan Claudia dalam berbagai instrumen, mulai dari deposito, reksadana hingga saham. “Untuk aku sendiri dan istri punya rencana pensiun di usia 35. Tapi ini jangan dijadiin patokan ya. Karena tiap orang pasti punya kemampuan pensiun dan juga keinginan untuk menabung yang berbeda-beda. Nah kenapa kami ambil angka 35. Kami sudah mulai menabung dari awal karir. Baru 2019, itu kamu ketemu satu video di YouTube. Di video ini dikatakan kalau kita tahu cara menghitungnya, kita bisa menghitung berapa sih uang yang kita perlukan untuk pensiun,” kata Samuel.

Untuk mencapai dana pensiun, Samuel menerapkan rumus The 4% Rule dari Trinity University di Amerika Serikat. The 4% Rule memiliki rumus: Jumlah pengeluaran setiap bulan dikali 12 bulan dan dikali 25. Dari hasil total tersebut, ditambah dengan bunga dari instrumen investasi, maka Samuel dan Claudia dapat hidup mandiri tanpa bekerja hingga 30 tahun kedepan.

Tidak hanya mengandalkan gaya hidup frugal living untuk mencapai kebebasan finansial, Samuel dan istri juga menghindari sikap FOMO (Fear of Missing Out), mengurangi belanja barang-barang yang tidak diperlukan, hingga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi umum seperti MRT. Mereka juga mengolah makanan sendiri dari rumah dan mengonsumsi makanan sehat sebagai bagian dari konsep frugal living. Dengan menjaga kesehatan, mereka dapat mengurangi risiko jatuh sakit yang akan menambah beban pengeluaran.

Frugal living itu bukan tentang pensiunnya sebenarnya, tapi tentang gimana teman-teman bisa punya kesadaran penuh ketika membeli barang, ketika kita kepengin sesuatu, itu kita bertanya, kenapa berkali-kali ke diri sendiri. Benar gak sih aku perlu ini, kenapa aku pengen ini? Apakah itu karena FOMO, Fear of Missing Out? Karena teman-teman pada beli aku belum punya. Atau karena memang aku perlu. Jadi itu melatih kejujuran sebenarnya kepada diri sendiri,”  ujar Samuel.