Investasi merupakan salah satu cara untuk menjaga aset kekayaan. Semakin tinggi resikonya maka semakin tinggi pula potensi keuntungannya. (Foto/Canva). Investasi merupakan salah satu cara untuk menjaga aset kekayaan. Semakin tinggi resikonya maka semakin tinggi pula potensi keuntungannya. (Foto/Canva).

Banyak orang yang beranggapan bahwa investasi merupakan salah satu cara untuk mengamankan atau menjaga aset kekayaan.

Secara garis besar, investasi dilakukan dengan menanamkan modal dana secara berkala dan dapat dicairkan dalam jangka waktu tertentu.

Berdasarkan waktunya, terdapat dua jenis investasi, yaitu investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek.

Investasi jangka panjang sendiri umumnya bisa ditarik dalam waktu minimal satu tahun.

Tips yang Harus Diperhatikan Sebelum Mulai Investasi Jangka Panjang 

Sebelum memulai investasi, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, diantaranya:

1.Sehat Secara Finansial

Sehat secara keuangan, artinya seseorang sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup, menyisihkan tabungan, dan menyisihkan dana darurat.

2. Kenali Tujuan Berinvestasi

Cari tahu tujuan melakukan investasi. Ada yang beranggapan tujuan investasi sebagai dana pensiun, biaya pernikahan, pendidikan anak, membeli rumah, dan lain sebagainya.

3. Pengetahuan Sebelum Berinvestasi

Pilihlah jenis investasi yang tepat sesuai budget dan kebutuhan. Jangan lupa cari informasi mengenai  keuntungan dan resiko investasi tersebut.

Jenis Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang ini tidak hanya bisa mengamankan uang namun juga dapat menambahkan nilai uang di masa depan.

Berikut jenis investasi jangka panjang yang bisa menjadi pilihan:

1.Investasi Emas

Emas merupakan salah satu investasi yang menguntungkan karena relatif lebih stabil dan tidak terpengaruh inflasi.

Beli emas di toko-toko terpercaya, seperti Antam atau Pegadaian agar terhindar dari oknum-oknum nakal yang menawarkan emas palsu.

2. Investasi Saham

Saham merupakan bukti kepemilikan seseorang di suatu perusahaan atau perseroan. Dengan memiliki saham, maka seseorang berhak menerima dividen atau pembagian laba yang dibagikan perusahaan setiap tahunnya. 

Bagi pemula, disarankan untuk memilih saham bluechip atau saham terbaik dari perusahaan-perusahaan dengan track record yang konsisten dalam rentang waktu panjang.

Hal tersebut dilakukan agar investasi yang ditanamkan terbilang aman dan bisa naik.

3. Obligasi

Obligasi merupakan surat utang yang diserahkan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman.

Di dalam  obligasi terdapat bunga yang menjadi kewajiban pinjaman. Biasanya jangka waktu investasi obligasi mulai dari satu tahun hingga 10 tahun.

4. Investasi Properti

Investasi properti juga banyak dilirik oleh  masyarakat, salah satunya dalam bentuk rumah atau tanah.

Nilai rumah atau tanah dipastikan setiap tahunnya itu akan mengalami secara nilai, sehingga return dari investasi ini pun terbilang menggiurkan.

5. Reksa Dana Saham

Terdapat  empat macam reksadana, yaitu reksa dana saham, reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana campuran.

Sistemnya sama seperti berinvestasi pada saham, namun dibantu oleh seorang manajer investasi yang akan memilihkan produk-produk saham terbaik.

6. Tabungan Berjangka

Berdasarkan sistemnya, tabungan ini akan memaksa investor untuk rutin menabung selama jangka waktu yang telah disepakati. 

Tabungan berjangka memberikan bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa atau deposito.

Dalam melakukan investasi jangka panjang, jangan lupa kenali istilah high risk and high return. Semakin tinggi resikonya maka semakin tinggi pula potensi keuntungannya.

NR
  • Referensi

Saksikan Video Terkait :