Sumber : Independensi

Sumber Gambar : Canva Pro

Penulis : Grace Kolin

Plastik banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, namun, bagaimana dengan mikroplastik? Seperti namanya, mikroplastik adalah plastik yang memiliki ukuran yang sangat kecil dengan ukuran kurang dari 4,8 milimeter. Mikroplastik dihasilkan dari limbah plastik yang berubah bentuk menjadi ukuran yang lebih kecil akibat tidak dapat terurai di darat maupun di lautan. Karena ukurannya yang sangat kecil, mikroplastik dapat menjadi polutan yang berbahaya karena bisa masuk ke jaringan tanah, terbawa ke perairan laut hingga masuk ke dalam tubuh organisme.

Kasus penemuan mikroplastik di dalam tubuh organisme, seperti ikan bukan lagi hal yang mengejutkan. Bahkan, seperti yang dilansir dari kompas.com para ahli mengungkapkan jika mikroplastik ternyata telah ditelan oleh ikan sejak 1950an. Para ahli juga menemukan bahwa adanya kenaikan jumlah mikroplastik dalam usus ikan setelah pembuatan plastik diindustrialisasi pada 1950-an.

Jika mikroplastik dapat ditemukan pada ikan, maka bukan tidak mungkin mikroplastik juga dapat ditemukan pada manusia. Dilansir dari theguardian.com, baru-baru ini, untuk pertama kalinya mikroplastik ditemukan bersarang jauh di dalam paru-paru orang yang masih hidup. Partikel ini juga ditemukan pada sebagian besar sampel yang dianalisis.

Sampel diambil dari jaringan milik 13 pasien yang dioperasi. Dari 13 pasien, ditemukan 11 kasus yang berkaitan dengan partikel mikroplastik. Partikel mikroplastik yang paling umum adalah polypropylene, yang biasanya digunakan dalam kemasan plastik, pipa, PET dan botol.

“Kami tidak menyangka dapat menemukan angka partikel yang tinggi di bagian terbawah dari paru-paru atau ukuran dari partikel yang kita temukan,” ujar Laura Sadofsky di sekolah medis Hull York di Inggris, penulis senior dari studi ini. “Ini mengejutkan, karena saluran udara lebih kecil di bagian bawah paru-paru. Dan kami berpikir, harusnya partikel dengan ukuran seperti ini akan tersaring atau terperangkap sebelum berada di posisi sedalam ini,” katanya.

Manusia diketahui menghirup partikel-partikel kecil ini serta mengonsumsinya melalui makanan dan air. Sehingga, tidak heran apabila mikroplastik juga dapat masuk ke tubuh dan beredar di dalam tubuh manusia. Sebelumnya, mikroplastik juga ditemukan dalam darah manusia untuk yang pertama kalinya pada bulan Maret lalu. Partikel mikroplastik ini dapat melakukan perjalanan di sekitar tubuh dan juga bersarang di organ.

Mikroplastik dapat menjadi bom waktu di masa depan apabila tidak segera ditangani dari akar masalahnya. Buktinya, selain paru-paru dan darah, mikroplastik juga telah ditemukan pada plasenta perempuan yang sedang hamil. Dan pada induk tikus yang sedang mengandung, partikel mikro ini dengan cepat menyebar dari paru-paru ke jantung, otak, dan organ janin lainnya.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber