Ilustrasi: Anak-anak yang sedang belajar mengenai perubahan iklim. (Foto/Canva).
Anak-anak merupakan salah satu kunci penting dalam mengatasi masalah perubahan iklim di dunia, termasuk Indonesia.
Panel PBB untuk ilmuwan perubahan iklim atau The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) tahun 2013, menyatakan Gen-Z (kelahiran sesudah atau pada tahun 1997) pada usia 50 tahun harus semakin sering menghadapi panas ekstrem dan bencana banjir.
Sedangkan pada 2050, seorang anak yang lahir pada tahun 2000-an cenderung hidup di planet Bumi yang lebih hangat 0,8°C hingga 2,6°C, dengan permukaan laut lebih tinggi 5-32 cm dibandingkan pada 1990.
Hal ini menunjukan bahwa perubahan iklim dapat mengancam kehidupan masyarakat, sehingga dibutuhkan sebuah edukasi dan pemahaman tentang perubahan iklim sejak dini.
Sayangnya, survei terbaru InnerSelf menemukan bahwa 75% dari guru tidak merasa mereka memiliki pelatihan yang memadai untuk mendidik siswa tentang perubahan iklim. Sementara, hasil riset di Norwegia, tahun 2016 menyatakan hanya 38,7% generasi muda memiliki pengetahuan yang baik tentang perubahan iklim.
Novita Indri, Ketua Komunitas Climate Rangers, dalam acara Bincang Sehati DAAI TV menjelaskan bahwa edukasi perubahan iklim kepada anak menjadi hal penting bagi masa depan anak-anak.
“Perubahan iklim yang drastis menjadi sebuah peringatan bagi seluruh masyarakat. Edukasi dan pemahaman kepada anak-anak mengenai perubahan iklim sangatlah penting bagi masa depan mereka. Hal ini harus dilakukan oleh orang tua, guru, dan semua lapisan masyarakat,” ujar Novita.
Novita juga menjelaskan bahwa generasi yang lahir sejak tahun 1965-2000 sudah memiliki pengetahuan mendasar mengenai masalah lingkungan, meskipun masih memiliki ketimpangan pengetahuan yang cukup besar karena adanya istilah-istilah yang sulit untuk dipahami.
Peran pemerintah dan perkembangan teknologi untuk menyebarkan berbagai informasi kini memiliki peran penting untuk mengatasi kurangnya pengetahuan orang tua, guru, maupun masyarakat mengenai perubahan iklim.
Hal ini bertujuan agar anak dapat diberikan edukasi mengenai perubahan iklim dengan bahasa yang mudah dipahami sesuai dengan usia perkembangannya.
Tips Mengajari Anak-Anak Tentang Perubahan Iklim
- Sering membicarakan hal-hal mengenai perubahan iklim mulai dari hal-hal kecil yang terjadi di lingkungan sekitar, seperti banjir dan kerusakan hutan.
- Gunakan bahan dan bahasa yang sesuai dengan usia anak.
- Jangan menakuti anak-anak atau berbagi informasi yang mungkin membuat mereka kewalahan.
- Berfokus pada informasi yang relevan dan bermakna dengan menggunakan metode pengajaran yang aktif dan menarik, seperti menonton animasi mengenai lingkungan, mengajak berdiskusi, dan membacakan cerita.
- Membuat kegiatan di luar rumah, seperti mendengarkan kicau burung di halaman kebun hingga bertamasya ke kebun raya.
Masa pandemi ini, orang tua berperan penting dalam membantu anak-anak mengedukasi perubahan iklim mulai dari lingkungan rumah.
Selain itu, peran aktif sekolah dan pemerintah juga dibutuhkan dalam menciptakan kurikulum pendidikan mengenai perubahan iklim.
Hal ini bertujuan agar anak-anak yang menjadi korban dari dampak perubahan iklim di masa mendatang dapat bergeser menjadi agen perubahan yang akan menyelamatkan lingkungan.
NR
Referensi
InnerSelf. 5 Cara Untuk Mengajari Anak-Anak Tentang Perubahan Iklim. Diakses pada 23 November 2021, dari https://id.climateimpactnews.com/evidence/5885-5-ways-to-teach-children-about-climate-change.
The Conversation. (15 Desember 2020). Riset awal tunjukkan nilai kesadaran perubahan iklim Gen-Z di Indonesia sangat tinggi. Diakses pada 23 November 2021, dari https://theconversation.com/riset-awal-tunjukkan-nilai-kesadaran-perubahan-iklim-gen-z-di-indonesia-sangat-tinggi-150958.
