Sumber : Independensi

Sumber Gambar : Instagram arsvitaa

Penulis : Gilang Syahbani

Ars-Vita Alamsyah adalah perempuan Indonesia pertama kali yang bekerja sebagai engineer di SpaceX, perusahaan pimpinan Elon Musk yang berfokus pada produksi roket dan pesawat luar angkasa. Vita menyita perhatian publik lantaran berperan dalam bidang pekerjaan yang didominasi kaum pria. Hal ini tidak membuatnya merasa minder, justru Vita cukup percaya diri dengan kemampuannya.

Wanita lulusan University of Maryland ini sempat menjadi anak magang di NASA pada bulan November 2015 silam. Vita berkarir sebagai mekanik di industri sejenis sejak Oktober 2017, yaitu di Northrop Gumman selama tiga tahun satu bulan. Wanita berhijab ini kemudian melanjutkan studi magisternya di Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 2020, dan hanya butuh satu tahun baginya untuk menyeselaikan pendidikan jurusan Supply Chain Management.

Vita mengaku profesinya sebagai mekanik terinspirasi oleh sang kakek yang juga seorang mekanik, sehingga dirinya memilih untuk mendalami bidang ini. “Saya ingin menjadi bagian dari inovasi besar, mencoba memecahkan masalah kompleks, dan melihat perkembangan teknologi canggih dan itulah mengapa saya di sini,” ujarnya saat diwawancarai VOA Indonesia.

Pengalaman Vita bekerja di SpaceX ternyata cukup menarik. Wanita berhijab ini juga mengaku tidak pernah mendapatkan diskriminasi dari rekan-rekan kerjanya. Hanya saja, dia pernah mendapatkan pertanyaan mengenai hijab yang digunakannya setiap hari. Vita pun menggunakan kesempatan itu untuk memberikan penjelasan yang benar.

“Saya menjelaskan sedikit tentang hijab. Jadi saya mengajarkan tentang Islam pada orang-orang yang mungkin belum pernah terpapar oleh ajaran Islam,” kata Vita.

Anak buah Elon Musk ini begitu percaya diri dengan kemampuan dan penampilannya di tempat kerja. Baginya, memiliki kepercayaan diri bagi perempuan di tempat kerja adalah satu hal yang penting. Terutama untuk membuktikan bahwa perempuan bisa berperan dan memberikan hasil kerja yang sama baiknya dengan kaum pria.

“Jadi punya kepercayaan diri untuk memastikan pekerjaan kita setara dengan karyawan pria amatlah penting,” tegasnya.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber