gambar martabak sumber dari canva

Penulis : Akbar Fauzi

Editor : Grace Kolin

Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar kata “martabak”? Aroma adonan yang menggoda kala dipanggang? atau taburan ragam topping yang melimpah? Dengan bayangan seperti ini, tidak heran jika martabak menjadi kudapan favorit banyak orang. Kata martabak berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti terlipat. Di Indonesia, kudapan ini terbagi menjadi dua varian yang populer, yaitu martabak manis dan martabak asin atau martabak telur. Meski tergolong sama-sama martabak, kedua varian martabak ini memiliki sejarah dan asal-usulnya masing-masing. Mari kita simak penjelasannya:

1. Martabak Manis

Martabak manis sendiri merupakan makanan khas Bangka Belitung yang diciptakan oleh warga keturunan Tionghoa (Hakka atau Khek). Martabak manis mempunyai nama asli Hok Lo Pan yang bermakna Kue Orang Hok Lo. Pada mulanya, topping martabak hanya berupa gula dan wijen sangrai. Namun kini, topping, taburan atau rasa martabak semakin bervariasi, contohnya ada varian rasa green tea, oreo cheese dan red velvet.

Martabak manis atau Hok Lo Pan ini kemudian dikenal dengan nama kue rembulan atau terang bulan karena bentuknya yang bulat dan berwarna kuning. Selain kue rembulan, ada banyak sebutan untuk martabak manis di Indonesia. Ini dikarenakan makanan manis ini semakin dikenal banyak orang dan menyebar hingga ke luar kota Bangka. Di Bandung misalnya, martabak manis dikenal sebagai kue Bandung, di Pontianak, kudapan ini disebut apam pinang, sementara di Medan? kudapan ini dinamakan dengan martabak Bangka.

2. Martabak Asin atau Telur

Bemula dari seorang pemuda dari Lebaksiu, Tegal, Jawa Tengah yang bernama Ahmad bin Abdul Karim yang berkelana dan berdagang di kota Semarang pad tahun 1930. Beliau bertemu dengan pemuda India bernama Abdullah bin Hasan al-Malibary yang pandai memasak. Singkat cerita mereka berdua menjadi sahabat.

Abdullah memperkenalkan makanan India yang terbuat dari adonan terigu bernama Moortaba kepada keluarga Ahmad di Tegal. Karena makanan ini banyak disukai maka akhirnya mereka berdua memberi sedikit variasi dalam mengubah makanan tersebut dan lebih diseseuaikan untuk lidah orang Jawa. Tak lama kemudian, terciptalah nama martabak yang sangat berbeda dengan aslinya dari India. Martabak ini awalnya populer di Lebaksiu, namun seiring waktu berjalan, banyak masyarakat disana yang merantau ke beberapa kota di Jawa untuk berdagang martabak yang biasanya dijajakan pada saat ada kegiatan pasar malam. Akhirnya,  makanan modifikasi dari India tersebut menjadi sangat populer dan sudah menyebar luas di Indonesia.

Nah, itu dia sejarah dari martabak manis dan martabak asin atau martabak telur yang sudah kita kenal kelezatannya. Kalian lebih suka martabak manis atau martabak asin (telur)?