Ilustrasi: Atlet paralimpiade sedang melakukan pertandingan antar negara. Meskipun memiliki keterbatasan fisik, para atlet memiliki kegigihan dan semangat pantang menyerah dalam bertanding. (Foto/Canva).
Paralimpiade adalah pertandingan olahraga dengan berbagai nomor untuk atlet yang mengalami cacat fisik, mental dan sensoral.
Kata “paralimpiade” berasal dari kata Yunani, yaitu kata para (di samping) dan kata Olympic (olimpiade).
Arti dari paralimpiade sendiri adalah pertandingan paralel yang dilaksanakan setelah olimpiade berakhir.
Hal ini menggambarkan bagaimana kedua kompetisi olimpiade itu menjadi ajang kompetisi yang digelar bersama secara berdampingan.
Sejarah Palaimpiade
Dilansir laman resmi Paralympic, olahraga yang dilakukan altet difabel telah ada sejak lebih dari 100 tahun yang lalu. Namun, paralimpiade dikenal secara luas setelah perang dunia kedua.
Pada saat itu tujuan olahraga menjadi proses rehabilitasi dan rekreasi oleh tentara dan warga sipil yang menjadi korban perang.
Pada tahun 1944, Dr. Ludwig Guttmann membuka pusat cedera tulang belakang di Inggris Raya. Olahraga rehabilitasi pun berkembang , dari olahraga rekreasi menjadi olahraga pertandingan.
Olahraga untuk atlet difabel ini kemudian resmi digelar di Roma pada tahun 1960 dengan menampilkan 400 atlet dari 23 negara.
Sejak saat itu paralimpiade menjadi pertandingan olahraga yang dilakukan setiap empat tahun sekali.
Hikmah Yang di Dapatkan Dari Atlet Paralimpiade
1. Tidak Menyerah Meskipun Memiliki Keterbatasan
Walaupun penyandang difabel dan memiliki keterbatasan, atlet paralimpiade bukanlah orang-orang yang tidak mampu menggapai impiannya.
Keterbatasan tersebut dapat diubah menjadi kekuatan untuk meraih kemenangan mewakili negara masing-masing.
2. Mengajarkan Makna Perjuangan
Para atlet paralimpiade tidak hanya sekedar ikut berkompetisi berdalam pertandingan. Terdapat impian dan perjuangan dalam bertanding. Mereka juga telah mengikuti latihan yang menguras waktu dan tenaga.
Senny Marbun, Ketua Nasional Paralympic Committee Indonesia, dalam program Hallo Indonesia DAAI TV, menjelaskan bahwa perjuangan atlet paralimpiade tidaklah mudah.
“Mencetak atlet tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hal pertama yang harus dipastikan adalah sabar, teliti, dan bekerja keras” ungkap Senny.
3. Mengharumkan Nama Indonesia di Ajang Internasional
Meskipun memiliki keterbatas, atlet paralimpiade tetap dapat mengharumkan nama Indonesia. Mereka membuat masyarakat Indonesia bangga dan terharu.
Hal ini dibuktikan dengan mendali yang didapatkan Kontigen Indonesia di Paraolimpiade 2020 Tokyo kemarin.Mereka berhasil mendapatkan dua emas, tiga perak, dan empat perunggu.
Dari paralimpiade kita semestinya belajar bahwa kelemahan yang dimiliki dapat menjadi sebuah sumber kekuatan apabila kita bersyukur dan berjuang di tengah keterbatasan.
NR
Referensi
