Sumber Gambar : Canva Pro
Penulis : Grace Kolin
Tidak terasa Hari Raya Idul Fitri sudah semakin dekat. Menjelang lebaran, tradisi mudik adalah salah satu tradisi yang hampir tidak dapat ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia. Selain untuk melepas rasa rindu untuk bertemu langsung dengan keluarga, mudik juga menjadi sarana penghubung tali silaturahmi. Ada banyak cara mudik yang bisa dilakukan, bisa dengan menggunakan transportasi umum, bisa juga dengan menggunakan kendaraan pribadi.
Salah satu kendaraan pribadi yang diminati masyarakat untuk mudik adalah mobil. Biasanya, kendaraan yang satu ini digunakan untuk berpergian jauh maupun melintasi jalan tol untuk memangkas waktu dan jarak. Namun perlu diingat, ketika mudik dengan mobil, para pemudik harus mewaspadai bahaya Highway Hypnosis. Highway Hypnosis bukanlah sejenis hipnosis, namun sejenis kondisi berkurangnya konsentrasi secara tanpa sadar.
Dalam kondisi ini, biasanya pikiran pengemudi akan teralihkan sesaat, yang dapat memicu terjadinya kecelakaan fatal. Hal apa yang dapat menyebabkan Highway Hypnosis? Dilansir dari otomotif.kompas.com, jalan tol memiliki kontur yang datar dan monoton, sehingga kerap membuat pengemudi bosan, bahkan mengantuk. Gejala dari berkurangnya konsentrasi ketika mengemudi seperti ini dapat menyebabkan Highway Hypnosis.
Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja. Meskipun pengemudi sudah beristirahat dan cukup tidur, pengemudi juga masih dapat mengalami kondisi ini karena lingkungan jalan tol yang membosankan. Saat mengemudi dalam keadaan pikiran kosong, risiko kecelakaan bisa meningkat. Contohnya ketika mobil yang dikendarai pengemudi keluar dari jalur, atau bahkan menabrak pembatas jalan sehingga kendaraannya terhenti dan tertabrak mobil lainnya.
Untuk mencegah terkena Highway Hypnosis, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Dilansir dari gridoto.com, Highway Hypnosis dapat dicegah dengan mengatur posisi duduk senyaman mungkin, namun tetap mengutamakan keselamatan dengan memakai sabuk pengaman.
Pengemudi juga dapat melakukan senam ringan untuk mengurangi kelelahan dan tidak cepat bosan, bisa dengan menggerakkan leher ke kiri dan kanan serta atas dan bawah, termasuk tangan dan badan supaya tidak kaku dan tetap rileks.
Cara lain yang dapat dilakukan adalah mendengarkan musik kesukaan. Cara ini dapat membantu pengemudi dalam menjaga konsentrasi dan membuat tubuh lebih nyaman saat mengendarai mobil. Namun, aturlah volume musik secukupnya dan tidak terlalu keras agar pengemudi dapat tetap mendengar suara dari lingkungan sekitar mobil untuk mengantisipasi keadaan.
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber
