Ilustrasi oralit (Foto: Africa Images)
Oralit adalah obat atau larutan yang berfungsi sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang. Oralit termasuk aman dikonsumsi untuk seluruh kalangan.
Belakangan ini, ramai dibicarakan warganet kalau oralit bisa digunakan sebagai doping selama berpuasa dan bisa membuat tubuh tetap bugar seharian.
Namun, ternyata konsumsi oralit setiap hari selama berpuasa tidak dianjurkan karena bisa menimbulkan beberapa efek samping bagi tubuh.
Oralit adalah obat yang digunakan untuk menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang akibat dehidrasi. Dehidrasi sendiri bisa terjadi saat Sahabat DAAI mengalami diare, muntah, demam, melakukan aktivitas berat, atau beberapa kondisi lainnya.
Beberapa tanda yang muncul saat mengalami dehidrasi adalah merasa sangat haus, lidah dan mulut kering, jarang buang air kecil, urine berwarna gelap, lemas, pipi cekung, atau pusing.
Oralit mengandung berbagai macam zat elektrolit yang setara dengan cairan tubuh. Setiap saset oralit, memiliki kandungan elektrolit natrium klorida 0,52 gram, kalium klorida 0,3 gram, trisodium sitrat dihidrat 0,58 gram, serta gula jagung (glukosa anhidrat) 2,7 gram.
Untuk mengonsumsi sebungkus oralit, Sahabat DAAI harus melarutkannya dalam 200 ml air putih matang.
Manfaat oralit tidak hanya sebatas mengatasi dehidrasi, tetapi juga bisa mencegah hilangnya cairan tubuh dalam jumlah banyak.
Pasalnya, oralit memiliki komposisi utama berupa senyawa elektrolit dan mineral, sehingga mampu memenuhi pengembalian kadar elektrolit dan mineral normal dalam tubuh.
Selain itu, osmolaritas dalam oralit juga bisa mengurangi frekuensi buang air besar pada orang-orang yang sedang diare.
Meskipun oralit termasuk ke dalam jenis obat bebas, tetapi penggunaannya tidak boleh berlebihan dan sembarangan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi oralit. Di antaranya pastikan Sahabat DAAI tidak memiliki alergi terhadap kandungan oralit, konsultasi ke dokter jika memiliki kondisi medis tertentu, serta konsultasi ke dokter jika sedang menyusui.
Sebelum mengonsumsi oralit, Sahabat DAAI perlu memperhatikan juga dosis konsumsi yang sesuai dengan usia berikut ini.
Anak usia 0–1 tahun: 1–½ gelas pada 3 jam pertama, lalu ½ gelas setiap kali diare.
Anak usia 1–5 tahun: 3 gelas pada 3 jam pertama, lalu 1 gelas setiap kali diare.
Anak usia 5–12 tahun: 6 gelas pada 3 jam pertama, lalu 1½ gelas setiap kali diare.
Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: 12 gelas pada 3 jam pertama, lalu 2 gelas setiap kali diare.
Pastikan Sahabat DAAI tidak mengonsumsi oralit secara berlebihan karena bisa menyebabkan beberapa efek samping bagi kesehatan.
Efek samping yang bisa dialami adalah mual, muntah, kehilangan selera makan, perut kembung, mata bengkak, tubuh terasa lemah, peningkatan kadar natrium dalam darah.
Di beberapa kasus, penggunaan oralit pertama kali juga bisa menyebabkan perut terasa mual dan muntah ringan. Namun, kondeisi tersebut bisa segera membaik dengan sendirinya.

