Menunjukkan kemesraan di media sosial adalah hal yang lumrah dilakukan oleh pasangan. Tetapi, jika ditunjukkan secara berlebihan, apakah hal ini merupakan pertanda hubungan yang baik?
Menurut Rudi Mulia, seorang Konselor Keluarga dan Pernikahan, ada dua faktor yang mendorong seseorang menunjukkan kemesraan di media sosial secara berlebihan. Pertama adalah perasaan tidak aman atas hubungannya, seperti pernah memiliki pengalaman dikhianati di masa lalu sehingga ingin menunjukkan kemesraan dengan pasangan yang sekarang secara berlebihan. Kedua adalah pengaruh pola pikir yang cenderung kekanak-kanakan, bahwa dengan menunjukkan kemesraan di media sosial akan memberikan validasi atas hubungan yang dijalaninya.
Padahal, validasi ini terkadang justru membuat situasi hubungan menjadi tidak kondusif. Pilihan untuk mencari validasi melalui media sosial membuat banyak pasangan menjadi tidak bijak dalam menyikapi hubungannya, sehingga menimbulkan hal negatif dalam hubungan tersebut.
Pasangan yang menunjukkan kemesraan di media sosial secara berlebihan berpotensi menimbulkan berbagai masalah lain yang membuat mereka kehilangan fokus atas persoalan pokok dalam rumah tangga. Unggahan soal percintaan yang berlebihan bahkan dapat menghilangkan esensi hubungan yang sesungguhnya.
Guna menjaga hubungan tetap kondusif, Rudi menyarankan pasangan untuk menghabiskan waktu bersama, berbincang-bincang, berdiskusi, atau melakukan kegiatan positif bersama. Hal-hal kecil seperti itu juga dapat dilakukan sebagai bentuk apresiasi pada pasangan kita tanpa harus mengumbarnya secara berlebihan di media sosial. Alih-alih mendapatkan validasi positif, menunjukkan kemesraan di media sosial secara berlebihan justru memperburuk hubungan tersebut.
Penulis : Hasna
Editor : Gilang Syahbani
Video Terkait

