Penulis : Grace Kolin
Pada tahun ini, para pemudik bisa bernapas lega karena kegiatan mudik pada akhirnya mendapat lampu hijau, setelah sebelumnya, selama dua tahun berturut-turut, kegiatan mudik dilarang guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) ke berbagai daerah. Kerinduan akan mudik yang telah lama terpendam menggerakan banyak orang untuk melakukan perjalanan mudik pada tahun ini.
Ada orang yang melakukan perjalanan mudik dengan jarak tempuh yang pendek, dan ada pula orang yang melakukan perjalanan mudik dengan jarak tempuh yang panjang. Berapa pun jarak tempuh perjalanan mudik, seseorang harus tetap memperhatikan kesehatannya selama melakukan perjalanan mudik.
Kesehatan pemudik sangat berpengaruh terhadap keselamatan diri pemudik, penumpang lain, hingga kendaraan lain. Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memperkirakan sekitar 80 persen kecelakaan lalu lintas disebabkan kelelahan. Karena itu, sang pemudik harus menjaga kesehatannya dengan baik ketika akan mudik. Menurut dr. Retno Wibawanti, Sp.KP Spesialis Kedokteran Penerbangan dari Rumah Sakit Royal Taruma, ada beberapa tips yang dilakukan untuk menjaga kesehatan saat mudik agar mudik dapat berjalan lancar dan aman:
1. Lakukan konseling sebelum melakukan perjalanan
Sebelum mudik, ada baiknya untuk melakukan pre-travel consultation atau konseling sebelum melakukan perjalanan. Konseling ini tergantung pada tujuan berpergian, moda berpergian, usia, serta penyakit komorbid atau penyakit yang sudah dimiliki seseorang sebelum dia akan melakukan perjalanan.
2. Menyiapkan obat-obatan dan vitamin sebelum mudik
Mempertimbangkan kondisi dan risiko kesehatan, berapa lama perjalanan dan kecenderungan untuk mabuk perjalanan, pemudik perlu menyiapkan sejumlah obat-obatan untuk menjaga kesehatan dirinya ataupun penumpang lain selama mudik. “Tentunya obat-obatan yang tersedia dan bisa diperoleh oleh masyarakat tanpa resep dokter dan ringan sifatnya. Jadi misalnya untuk menghilangkan gejala mabuk berat, obat diare, obat nyeri, obat demam, obat mual, itu sangat perlu untuk kita bawa,” ujar Retno. Selain itu, Retno juga menyarankan untuk membawa persediaan vitamin dan obat untuk mengobati luka-luka ringan seperti plester, cairan pembersih luka dan pembalut luka dalam perjalanan mudik.
3. Beristirahat sejenak ketika lelah
Ketika tubuh pemudik sudah mengalami penurunan fungsi dan performa, maka perlu bagi pemudik untuk beristirahat sejenak setiap kali mengendara atau duduk dalam waktu yang lama. “Pada saat kita mengendarai kendaraan, misalnya saya sebagai sopirnya nih, setiap dua jam, kita perlu untuk melakukan lima belas menit istirahat. Istirahatnya bisa dengan stretching, atau bisa juga keluar dari kendaraan dan istirahat, lepas dari kita memegang stir, jadi kita benar-benar istirahat. Atau bisa juga setiap empat jam kita beristirahat selama 30 menit,” kata Retno.
4. Perhatikan makanan dan minuman sebelum melakukan perjalanan
Sebelum melakukan perjalanan, seorang pemudik tidak boleh meminum terlalu banyak kafein. Jika minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan minuman berenergi diminum terlalu banyak, pemudik tersebut dapat mengalami jantung berdebar-debar dan sering buang air kecil. Hindari juga makanan yang makanan yang dapat menyebabkan kembung dan gangguan pencernaan, seperti makanan yang mengandung banyak gas dan soda serta makanan yang terlalu pedas.
