Penulis : Grace Kolin

Secara keseluruhan, Sarinah merupakan pusat perbelanjaan modern pertama di Indonesia. Setelah sebelumnya dilakukan revitalisasi besar-besaran dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun, Sarinah kembali hadir dan menjadi pusat perbelanjaan yang lebih megah modern, nyaman dan tentunya memberikan kesempatan bagi para pelaku produk lokal atau UMKM untuk melebarkan sayap.

Pusat perbelanjaan ini terdiri dari enam lantai dan terbagi untuk tenant makanan, produk UMKM, wisata sejarah hingga pameran instalasi seni dengan mengusung tema community mall. Department store yang memiliki tinggi 74 meter serta lima belas lantai ini diharapkan dapat menjadi tempat berkumpulnya para markets dan creators dalam menampilkan produk Indonesia.

Nuansa lokal begitu terasa baik di dalam maupun di luar gedung. Kini, pusat perbelanjaan yang telah menjadi primadona warga ibukota ini lebih memfokuskan untuk mengembangkan produk dalam negeri serta usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM yang juga berasal dari  luar kota Jakarta. Hadirnya kreasi anak bangsa ini menjadi sebuah pintu masuk UMKM semakin dikenal dan diminati khalayak luas.

Bila berwisata ke masa lalu, Sarinah dengan gedung ikoniknya menjadi tempat dengan segala hal pertama, seperti mal pertama, eskalator pertama, serta gerai makanan cepat saji pertama di Indonesia. Selain beberapa peninggalan bersejarah yang masih dipertahankan hingga saat ini, gedung yang terdaftar sebagai cagar budaya ini juga memiliki beberapa tempat menarik lainnya.

Sama seperti mal-mal pada umumnya, ketika pengunjung mulai memasuki area Sarinah, pengunjung akan melihat banyak gerai yang menawarkan berbagai macam produk seperti pakaian, kerajinan, makanan, atau minuman yang tentunya semuanya berasal dari hasil karya anak bangsa.

Masih di lantai yang sama dan merupakan bagian terpenting dari Sarinah, terdapat sebuah relief bersejarah yang telah berusia lebih dari lima puluh tahun. Relief ini sudah ada sejak awal pembangunan gedung Sarinah, namun sempat tertutup oleh bangunan gedung selama beberapa tahun. Kini relief berukuran 12,3 meter ini kembali dipamerkan.

Selain relief bersejarah, Sarinah juga punya banyak spot-spot menarik yang tidak boleh dilewatkan, seperti mini galeri yang menampilkan perjalanan panjang sejarah Sarinah dari masa ke masa, kolam pantul bersejarah, eksalator tertua di Indonesia, fasilitas Sky Deck, tangga amphitheater hingga replika relief bersejarah dari jaring nelayan yang sudah tidak terpakai. Penasaran seperti apa gambaran spot tersebut dan letaknya? Simak tayangan @Jakarta DAAI TV di atas untuk selengkapnya.