Penulis : Grace Kolin

Danti Tarigan dan Jonathan Wright, sepasang suami istri sekaligus praktisi sustainability menetap di daerah Bogor, Jawa Barat mengembangkan hunian dan kebun yang ramah lingkungan. Inisiatif tersebut muncul saat mereka mengamati kondisi limbah yang ada di lingkungan sekitar mereka.

“Ketika kita datang kesini, tidak ada tempat pembuangan limbah dari pemerintah atau warga setempat. Orang-orang membakar sampah atau membuangnya ke sungai sehingga menciptakan masalah yang besar. Kita tidak mau menambahkan masalah tersebut tapi kita mau mendatangkan solusi,” ujar Jonathan pada tim liputan Bumiku Satu DAAI TV.

Bersama, mereka pun mendirikan 5 Eyes Farm atau Kebun Mata Lima, sebuah proyek pendidikan dan pengembangan masyarakat berbasis kebun organik yang terintegrasi di Kampung Situ Uncal, Kecamatan Dramaga, Jawa Barat, tidak jauh dari kampus Institut Pertanian Bogor (IPB).

Tidak hanya menciptakan proyek yang ramah lingkungan, Danti dan Jonathan juga memanfaatkan limbah untuk membangun tempat tinggal mereka. Jonathan mengakui bahwa setiap harinya sampah kian menumpuk.

Mengatasi permasalahan sampah dengan  membakarnya juga tidak baik untuk lingkungan dan untuk manusia. Pada akhirnya mereka menemukan solusi dengan mengubah sampah, khususnya sampah botol plastik menjadi bottle brick atau ecobrick. Dengan memadukan ribuan ecobrick dengan lumpur dan tanah liat dari tanah, mereka membangun dinding hunian mereka.

Selain dinding, bagian atap, pagar maupun lantai rumah Danti dan Jonathan juga menggunakan bahan daur ulang lainnya seperti ban bekas, botol kaca bekas, hingga keramik bekas. “Kami mencoba menggunakan bahan daur ulang atau barang-barang yang masih bisa dipakai lagi. Lebih dari 90 persen dari semua bangunan yang kita buat itu dari bahan-bahan upcycle dan recycle,” kata Danti.

Dikutip dalam laman 5eyesfarm.com, Danti dan Jonathan juga memanfaatkan barang bekas untuk mendesain kebun yang asri. Seperti mendaur ulang lebih dari 14.000 ban mobil bekas untuk digunakan dalam pembangunan infrastruktur kebun mereka.

Menggunakan bahan-bahan yang sudah tersedia di alam, mereka mendesain hunian unik serta kebun yang asri. Ketika sudah menciptakan lingkungan berkelanjutan, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai ekosistem alam dan sekitarnya.

“Jadi, kami menciptakan ekosistem disini, dan itu sangat baik untuk alam dan kesuburan tanah secara jangka panjang. Juga sangat sehat untuk tanaman. Makanan yang kita makan pun jadi terasa enak dan sehat,” imbuh Jonathan.