Sumber Gambar : Canva Pro
Penulis : Grace Kolin
Manusia adalah makhluk sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, sebagian manusia pasti memiliki teman-teman sebaya di lingkaran sosialnya. Tidak jarang pula, di dalam lingkaran sosial ini mereka mendapatkan peer pressure, atau tekanan dari teman sebayanya. Menurut tirto.id, peer pressure (tekanan dari teman sebaya) adalah pengaruh yang diberikan oleh kelompok terhadap anggota individunya agar sesuai dengan atau sesuai dengan norma dan harapan kelompok tersebut.
Tekanan ini dapat bersifat positif, dapat juga bersifat negatif. Contoh peer pressure yang bersifat positif adalah dorongan untuk melakukan sesuatu hal positif atau mendorong untuk tumbuh dengan cara yang bermanfaat. Dilansir dari laman popmama.com, terdapat beberapa contoh tekanan teman sebaya yang positif. Seperti mendorong teman untuk belajar lebih giat lagi agar bisa mendapat nilai yang lebih baik, mengerjakan pekerjaan rumah setelah sekolah dan meyakinkan temannya untuk mengerjakan juga, menabung untuk membeli barang yang diinginkan dan mendorong teman untuk melakukan hal yang sama, tidak menyetujui lelucon atau gosip fanatik dan menjauhi perilaku ilegal atau berisiko, seperti minum alkohol atau merokok di bawah umur.
Seseorang yang terpapar peer pressure yang positif merasakan beberapa dampak yang seperti memperoleh saran yang membangun, mendapatkan semangat dan dukungan, mendorong untuk mengekplorasi pengalaman baru, serta mendapat teladan yang baik.
Lalu bagaimana dengan peer pressure yang negatif? Dilansir dari orami.co.id, tekanan teman sebaya yang negatif, melibatkan tekanan untuk melakukan sesuatu yang berbahaya atau merusak diri mereka sendiri atau orang lain. Jika tidak dituruti, maka seseorang akan dijauhi ataupun dikucilkan dari teman sebayanya. Tekanan yang bersifat negatif ini juga tak jarang membuat seseorang mengalami kecemasan, menimbulkan tekanan mental, membandingkan diri dengan berlebihan, kehilangan rasa percaya diri hingga depresi.
Jika Anda menemukan situasi peer pressure negatif, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghadapinya, menurut journal.sociolla.com:
1. Kenali diri sendiri
Untuk mengetahui apakah peer pressure yang dihadapi bersifat positif atau negatif, Anda perlu mengetahui dulu nilai-nilai apa yang Anda miliki, sikap dan perilaku mana yang sesuai dengan Anda dan tidak.
2. Berani untuk berkata tidak
Saat berhadapan dengan situasi yang menekan Anda untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai, beranikan diri untuk berkata tidak. Jika perlu, siapkan rencana atau alasan untuk menolak dengan sopan saat Anda tahu akan berhadapan dengan situasi peer pressure.
3. Menvalidasi diri sendiri
Untuk dapat berani berkata tidak tanpa berbagai alasan, Anda harus yakin dengan diri Anda sendiri dan nilai-nilai yang Anda miliki. Yakinlah bahwa tanpa memaksakan diri mengikuti apa yang teman sebaya Anda lakukan, Anda akan tetap baik-baik saja.
4. Evaluasi pertemanan
Jika ada sekelompok teman yang menekan Anda untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan atau tidak suportif saat Anda memutuskan hal yang berbeda dengan yang mereka lakukan, Anda bisa memilih untuk menghindar dan mencari teman baru. Jika teman yang menjadi sumber peer pressure ini harus Anda temui dalam jangka waktu panjang, tidak ada salahnya untuk mengurangi interaksi agar Anda terhindar dari stres.
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber

