Sumber : Independensi

Fotografer : Dio Mairizki

Penulis : Cecilia Dharmawan

“Kota yang paling bersinar pada malam hari di pantai Sumatra”. Inilah makna dari julukan Bagansiapiapi dari serapan Bahasa Belanda yang diberikan oleh pemerintah Hindia-Belanda pada tahun 1935 karena Bagansiapiapi termasuk kota metropolitan pada zamannya.

Perkembangan kota Bagansiapiapi terlihat dari gotong-royong komunitas etnis Tionghoa ketika menjadi pusat pelayaran bisnis serta kejayaan pada komoditas garam. Tahun 1890an, Bagansiapiapi mendapat julukan sebagai kota “tambang emas” karena selain memiliki akses penting dalam pelayaran, Bagansiapiapi juga merupakan tempat penghasil ikan terbesar di Indonesia sejak awal 1990.

Tidak seperti dengan kota-kota lainnya yang belum banyak mengenal panganan roti, di Bagansiapiapi justru toko roti sudah mulai menjamur dan termasuk terlama berdiri, usianya bahkan ada yang lebih dari 100 tahun. Kejayaan sebuah kota harus dipertahankan, begitu juga dengan Bagansiapiapi yang berhasil lebih dahulu menjadi kota metropolitan di Indonesia.