Penulis : Grace Kolin

Pubertas adalah suatu tahap perkembangan seorang anak menjadi dewasa secara seksual. Melansir dari laman alodokter.com, pubertas pada perempuan, terjadi pada rentang usia 10−14 tahun. Sementara pubertas pada laki-laki terjadi pada kisaran usia 12−16 tahun.

Namun bagaimana jika anak mengalami pubertas di usia yang lebih awal dari seharusnya? Menurut laman tersebut, kondisi ini terbilang langka karena hanya terjadi pada satu dari 5000 anak. Pada anak perempuan, pubertas dini bisa terjadi di usia 7–8 tahun, sedangkan pada anak laki-laki, kondisi ini bisa terjadi di usia 8–9 tahun.

“Penyebab dari pubertas dini kita bagi menjadi dua, yang pertama masalah di sentral (otak) dan satu lagi itu di organ reproduksinya,” kata dr. Elizabeth Clarissa Wowor, Sp.A dalam program Bincang Sehati DAAI TV.

Pada faktor sentral, pubertas bisa timbul karena hormon yang dihasilkan dari otak lebih banyak, sehingga memicu organ reproduksi untuk memproduksi lebih banyak hormon estrogen dan hormon testosteron. Timbulnya faktor sentral ini dapat dipicu oleh beberapa hal, misalnya tumor otak, kista, infeksi di kepala ataupun idiopatik (tidak diketahui penyebabnya).

Faktor kedua, adanya masalah pada organ reproduksi seperti kista ovarium atau tumor di testis. “Kedua hal ini dapat membuat hormon yang dihasilkan lebih banyak sehingga memicu terjadinya pubertas dini,” ujar Elizabeth.

Ketika orangtua mengenali adanya tanda-tanda pubertas pada anak meski usianya belum memasuki rentang usia pubertas yang seharusnya, apa yang harus dilakukan? Elizabeth menyarankan agar orangtua dapat membawa anaknya ke dokter spesialis untuk memastikan apakah tanda-tanda ini merupakan variasi normal atau pubertas dini.

Jika berdasarkan hasil pemeriksaan, anak terdiagnosis pubertas dini, maka langkah berikutnya adalah mencari tahu penyebab dari pubertas dininya. Ketika penyebab pubertas dini anak telah diketahui, maka anak dapat memperoleh penanganan sesuai dengan penyebab pubertas dininya.

“Prinsip dari sudah terdiagnosa dari pubertas dini ini, prinsipnya adalah tergantung pada penyebabnya. Kita akan menghentikan pubertas dini tersebut atau menunda terjadinya pubertas. Jadi ada obat-obatan yang akan diberikan untuk menunda terjadinya pubertas saat itu, yang diberikan itu ada yang satu sampai tiga bulan sekali, kemudian akan yang diberikan sampai rentang waktu pubertas normal. Setelah nanti dihentikan pengobatannya, diharapkan pubertas normal itu akan terjadi pada rentang usia tersebut,” ucap Elizabeth.