Penulis : Grace Kolin
Menjadi ibu rumah tangga ataupun menjadi ibu pekerja adalah sebuah pilihan. Namun tidak sedikit orang yang membandingkan beban ibu rumah tangga yang seolah terlihat lebih ringan dari ibu pekerja. Padahal, meskipun tidak bekerja, beban yang diterima ibu rumah tangga sangatlah tinggi. Menurut studi yang dilakukan oleh Gallup, ditemukan fakta yang mengejutkan, dimana ternyata ibu rumah tangga cenderung lebih mudah depresi dibandingkan ibu pekerja secara emosional.
Penelitian ini mengamati 60.799 wanita yang dipilih secara acak di Amerika Serikat (AS). Para wanita, yang semuanya berusia antara 18 dan 64, diwawancarai perusahaan melalui telepon antara 1 Januari dan 30 April 2012. Hasilnya, penelitian ini menemukan sebanyak 28 persen ibu yang tidak bekerja mengalami depresi. Angka ini lebih tinggi dari persentase depresi pada ibu pekerja yaitu sebesar 17 persen.
Menurut dr. Guntara Hari Sp.KJ dari Bethsaida Hospital Tangerang, ada beberapa hal yang menyebabkan ibu rumah tangga rentan terkena depresi. Selain karena melakukan berbagai macam pekerjaan secara terus-menerus selama 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu dan 365 hari dalam setahun, depresi pada ibu rumah tangga juga dapat timbul karena ketidaksiapan dalam menjalankan peran ini.
Guntara menerangkan gejala depresi pada ibu rumah tangga terbagi menjadi gejala fisik dan gejala mental. Gejala mental dapat berupa seperti sulit menikmati keseharian dengan positif, baik dan nyaman, wajah yang jarang tersenyum, dan emosi yang menjadi sensitif. Sementara gejala fisik dapat berupa pola makan yang terganggu dan pola tidur yang jadi berantakan.
“Ibu rumah tangga itu lalu hanya mengekspresikannya itu pada saat tidak ada orang. Suami sedang kerja, kalau misalnya ini gak lagi pandemi, atau anak-anak sedang sekolah, baru dia sedih. Nah, begitu mereka datang, itu tidak. Gejala ini kadang-kadang bisa berlangsung berbulan-bulan, bertahun-tahun, jadi para bapak rumah tangga, dan kalau ada anak-anaknya atau remaja yang nonton, coba tolong diperhatikan,” pesan Guntara.
Untuk mengobati depresi pada ibu rumah tangga, dapat dilakukan dari dalam maupun luar diri sendiri. Terkhusus untuk depresi yang ringan, seseorang dapat mengobati dari dalam diri sendiri, seperti memotivasi diri sendiri, menyadari kondisi, atau menerima keadaan. Namun ketika upaya dari diri sendiri dirasa tidak cukup untuk mengatasi depresi, ibu rumah tangga dapat mencari bantuan dari orang sekitar maupun tenaga profesional.
“Memerankan peran ibu rumah tangga itu, yang notabene adalah pekerjaan paling berat di dunia itu memang gak untuk semua orang. Jadi kalau memang ibu dan bapak sekalian, kalau tidak ngeklik banget menjalankan peran itu, akui. Sehingga kita dengan lebih mudah mau mencari bantuan,” ujar Guntara.

