Makna atau Filosofi di balik bentuk bakcang yang berbentuk segitiga.

Sumber Gambar : Canva Pro

Penulis : Grace Kolin

Selain Tahun Baru Imlek, etnis Tionghoa juga merayakan Hari Bakcang, atau Duan Wu Jie (Hanzi: 端午節). Hari bakcang dirayakan setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan lunar, dimana pada tahun 2022, sembahyang bakcang akan dilakukan pada 3 Juni 2022, tepatnya pada esok hari.

Merayakan hari bakcang, tak lengkap rasanya jika tidak ada bakcang atau hidangan khas dari perayaan ini. Dilansir dari jurnalasia.com, bakcang yang berasal dari kata Bak yang mempunyai arti “Daging”, serta Cang yang berarti “Ada Isinya”. Jadi arti Bakcang adalah “Berisi Daging”. Namun, komposisi makanan ini tidak selalu identik dengan daging, ada juga kreasi Bakcang Vegetarian yang isinya tediri dari sayur-sayuran, seperti jamur dan kacang-kacangan.

Bakcang berbentuk segitiga atau lebih tepatnya limas segitiga. Makanan ini dibungkus dengan daun bambu dan diikat dengan tali agar daun pembungkusnya tidak terbuka. Masyarakat Tionghoa percaya ada makna yang mendalam di balik bentuk segitiga dari bakcang.

Bakcang berbentuk segitiga dengan empat sudut. Empat sudut tersebut masing-masing mewakili sifat manusia, yakni zhi zu, gan en, shan jie, dan bao rong. Zhi zu (知足) artinya merasa puas dengan apa yang dimiliki. Gan en (感恩) memiliki arti bersyukur, shan jie (善解) artinya berpikiran positif dan bao rong (包容) yang artinya adalah merangkul. Keempat makna itu jua selaras dengan ajaran Buddha.

Hari Bakcang juga tak hanya dirayakan dengan makan bakcang, namun juga dengan berbagai kegiatan seperti lomba perahu naga, menggantungkan rumput Ai dan Changpu di depan rumah untuk mengusir dan mencegah datangnya penyakit, mandi di tengah hari, hingga mendirikan telur.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber