Penulis : Grace Kolin

Rantai kemiskinan kerap menjadi penyebab utama anak putus sekolah dan tidak melanjutkan pendidikannya, padahal pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan itu sendiri. Vicious circle inilah yang coba diputus oleh salah satu komunitas yang ada di Jawa Barat, Komunitas Sekolah Bersama Yuk (Sebersy).

Komunitas ini berbasis di Kampung Ceger, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Sejak berdiri pada tahun 2010, komunitas ini terus konsisten memberikan pendidikan bagi anak-anak tidak mampu di lingkungan ini.

Pendiri Komunitas Sebersy. Bima Prasetyo menuturkan bahwa dirinya tergerak untuk membangun komunitas Sebersy karena ia sering melihat anak-anak yang masih berusia sekolah dasar namun sudah memulung daerah ini. Ketika berdialog dengan beberapa anak pemulung, ia menemukan fakta bahwa uang hasil penjualan dari memulung plastik ini mereka gunakan untuk membeli peralatan untuk belajar. Semenjak saat itu, Bima dan tenaga relawan Sebersy bertekad untuk terus meningkatkan pendidikan anak-anak di Kampung Ceger. Hingga pada akhirnya minat sekolah anak-anak di kampung ini tumbuh.

“Kita pengen adanya kesadaran bahwa belajar itu penting. Mau itu belajar dari sekolah formal, mau itu belajar bersama Sebersy, maupun belajar lainnya, itu merupakan suatu hal yang penting buat hidup mereka kedepannya seperti apa,” kata Bima.

Lewat komunitas Sebersy, Bima dan teman-teman relawan memberikan pelajaran sekaligus memotivasi anak-anak agar terus belajar dan tidak putus sekolah. Tumbuhnya minat anak-anak Kampung Ceger terhadap pendidikan dituturkan oleh Siti Sumiyati, salah satu anak didik Sebersy.

“Kalau dulu kan pulang sekolah anak-anak langsung pada main gitu ya. Nggak belajar. Nah semenjak ada Sebersy jadi pada belajar, jadi kurang mainnya, jadi fokus sama Sebersy. Menurut saya, kalau tidak ada Sebersy, jadi kayak gak bisa ngaji, terus kebanyakan mainnya, banyak yang gak jelas, pasti keluyuran kemana-mana,” cerita Siti.

Pelan tapi pasti, upaya dan jerih payah yang mereka lakukan selama lebih dari 10 tahun di kampung ini membuahkan perubahan yang positif. Perubahan ini diutarakan oleh Lucy Herawaty, Tokoh Masyarakat Kampung Ceger. “Orang tua disini mah, kalau diliburin, yaitu pada nanya, Bu, kenapa Sebersy libur? Alhamdulillah pokoknya selama kegiatan disini, anak-anak pada dapat prestasi semua,” kata Lucy.

Tidak berhenti sampai di prestasi, anak-anak didik Sebersy juga satu persatu telah berhasil melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Pencapaian yang manis ini membuat Bima merasa senang. “Ketika memang kegiatan Sebersy ini bisa ngebantu anak-anak untuk motivasi belajarnya. Terus anak-anak juga bisa sekolah yang lebih tinggi, dan akhirnya juga bisa mengangkat derajat orang tuanya, itu juga kan suatu kebanggaan dan juga kebahagiaan yang tidak bisa didapatkan di tempat lain. Ketika mereka, kak sekarang aku dah kuliah loh, itu kan suatu kebahagiaan yang tidak ternilai dengan apapun. Jadi buat saya itu kesenangan yang berbeda lah,” imbuh Bima.

Mewakili anak-anak di Kampung Ceger, Siti berharap anak-anak Kampung Ceger bisa meraih cita-cita, membangun kampung ini serta membanggakan orang tua mereka kedepannya. “Saya sangat salut kepada kakak-kakak yang sudah mendirikan Sebersy di kampung ini. Terima kasih untuk kakak-kakak sudah mau mengajar anak-anak di kampung ini. Semoga tetap semangat untuk mendampingi anak-anak di kampung ini,” ujar Siti.