Melissa McCracken, pelukis dengan sinestesia.

Sumber Gambar : Great Big Story

Penulis : Grace Kolin

Biasanya para pelukis menuangkan imajinasi di benaknya ataupun objek di sekitarnya menjadi sebuah lukisan. Namun pelukis bernama Melissa McCracken justru menuangkan musik yang ia dengar menjadi sebuah lukisan. Kok bisa?

Hal ini dikarenakan Melissa adalah seorang seniman dengan kondisi unik bernama sinestesia. Kondisi itu membuatnya memiliki dua sensor dari dua indra perasa berbeda di saat yang bersamaan. Selain Melissa, Vincent van Gogh, seniman legendaris dari Belanda juga memiliki sinestesia.

Melissa menyadari kemampuan yang tidak biasa ini sejak ia berusia 12 tahun. Sinestesia yang dimilikinya disebut sebagai chromesthesia. Chromesthesia adalah jenis sinestesia yang membuat orang yang memilikinya mampu menerjemahkan suara menjadi persepsi warna. Jenis sinestesia inilah yang mengakibatkan Melissa mampu melihat warna secara spontan ketika mendengarkan genre musik apapun.

“Musik selalu menjadi bagian yang sangat penting dalam hidup saya. Saudara laki-laki saya adalah sosok yang pandai bermusik. Dan ketika saya mengingat kembali momen ketika ia memainkan gitar untuk saya, saya memikirkan warna dari kenangan itu,” kata Melissa dalam wawancaranya dengan Great Big Story.

Genre musik yang Melissa dengar memengaruhi warna, pola, sampai tekstur cat yang ia torehkan di atas kanvas. “Kebanyakan musik pop berwarna pink dan ungu. Bagi saya, genre musik tercantik adalah musik jaz, karena saya suka warna biru, emas dan putih. Dan musik jaz pada umumnya memiliki pola seperti mutiara dan kaya dengan warna emas dan biru,” ujar Melissa.

Sebelum melukis musik tertentu, Melissa biasanya akan mendengarkan musik tersebut terlebih dahulu. Kemudian ia baru bisa memetakan warna apa yang akan ia gunakan dalam lukisannya. Dengan menjadi seniman yang memiliki kemampuan menuangkan sinestesia di atas kanvas, Melissa ingin agar orang-orang dapat memahami sinestesia dengan cara yang lebih mudah.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber