Penulis : Grace Kolin
Apakah Anda pernah mencicipi camilan akar kelapa?
Sesuai dengan namanya, kue kering ini memiliki bentuk bergerigi persis seperti akar pohon kelapa. Selain itu, rasanya juga gurih dan manis sehingga semakin menambah daya tarik dari kue ini. Biasanya kue ini sering muncul pada saat momen lebaran atau acara-acara hajat lainnya.
Di tangan pelaku UMKM, Astamah atau yang akrab disapa Aas, kue khas Betawi ini disulap menjadi kue lebih kekinian dengan tiga varian rasa, seperti rasa original, cokelat dan rasa pandan. Perempuan yang sering menikmati camilan jadul akar kelapa buatan ibunya ini memproduksi camilan akar kelapa secara mandiri. Bersama sang ibu dan salah seorang pekerja, Astamah memproduksi camilan akar kelapa mulai dari tahap pembuatan tepung adonan hingga pengemasan.
“Karena kue akar kelapa ini kan sebenarnya cuman ada pas lebaran aja. Nah, pas pandemi kebetulan saya lihat yang biasa bikin kan orang tua. Nah saya pikir dengan lihat ini saya pengin jualan gitu. Supaya, kayaknya menarik buat dijual, ada gitu. Nah pas itu saya coba-coba cuma satu rasa. Satu rasa yaitu original. Nah setelah kesini saya berpikir gimana caranya akar kelapa itu kan sebenarnya makanan jadul ya. Supaya bisa, bukan cuman kalangan orang tua, saya penginnya anak-anak, remaja juga bisa menikmati dengan bikin varian rasa. Ada rasa cokelat sama pandan,” kata Astamah.
Selain inovasi dari segi memiliki varian rasa, Astamah juga mengemas camilan akar kelapa dengan konsep yang cantik dan elegan, misalnya dalam bentuk hampers atau kemasan hantaran, yang biasa dipesan dalam momen hari raya atau momen-momen spesial lainnya.
Dalam sehari, bisnis yang Astamah rintis pada tahun 2020, mampu memproduksi akar kelapa paling sedikit tiga kilogram dan mengirimnya hingga keluar Jabodetabek. Untuk memasarkan produknya, ia menggunakan metode pemasaran secara luring (gerai UMKM dan bazar) dan daring.
“Mungkin dengan saya konsep bikin rasanya dari cokelat sama pandan, original ini, terus saya packaging-nya biar dibentuknya berbentuk hampers. Biasanya kan anak muda, senangnya ya yang ini ya. Maksudnya yang unik-unik gitu. Yang kekinian. Biar bisa anak muda bisa dilihat gitu,” ujarnya.
Tidak hanya berani berinovasi, Astamah membekali dirinya dengan bertukar ilmu melalui kelompok UMKM yang ia ikuti. Ia pun juga menguji produk UMKM-nya dengan mengikuti lomba-lomba bagi para pelaku UMKM agar produk miliknya semakin dikenal di tengah masyarakat. Dengan upaya tersebut, bisnis astamah kini berbuah manis. Camilan akar kelapa milik Astamah semakin diminati dan bahkan mendapat penghargaan dalam berbagai lomba yang ia ikuti.

