Pemimpin spiritual agama Buddha dari Vietnam, Master Thich Nhat Hanh tutup usia pada 22 Januari 2022 pukul 00.00 dini hari waktu setempat di usia ke-95 tahun. Biksu yang ditahbiskan sejak 80 tahun silam ini, meninggal di sebuah Wihara di kota Hue, Vietnam – Wihara dimana beliau ditahbiskan.
Melansir dari Medcom.id, berikut adalah kilas kehidupan dari sosok yang dikenal sebagai father of Mindfulness ini :
Thich Nhat Hanh menuangkan ajaran-ajarannya ke dalam buku. Hingga akhir hayatnya, beliau menulis lebih dari 100 buku yang sudah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa. Di Amerika Serikat sendiri, bukunya terjual lebih dari lima juta buku.
Beberapa bukunya yang terkenal adalah The Miracle of Mindfulness, Peace is Every Step, Anger, dan How to Love. Sementara pada Oktober 2021, buku terbarunya berjudul The Art of Saving The Planet baru saja diterbitkan oleh penerbit HarperCollins.
Tak hanya itu, Thich Nhat Hanh terus menebarkan ajarannya dengan mengajar guru-guru, dan mengembangkan metodologi penyebuhan psikologi klinis untuk mengobati depresi, kecemasan, dan stress.
Ajaran-ajarannya juga diakui dapat memberikan kekuatan dan inspirasi oleh tokoh dunia, salah satunya oleh Marc Benioff – mantan presiden World Bank.
Thich Nhat Hanh mulai dikenal dunia internasional sejak tahun 1966, ketika menyuarakan penghentian Perang Vietnam. Namun, beliau pernah diasingkan dari Vietnam karena upaya tersebut selama 39 tahun dan baru kembali ke Vietnam pada tahun 2018 hingga menghabiskan hari-hari terakhirnya.
Thich Nhat Hanh juga memiliki pengaruh di bidang politik, bisnis, keadilan sosial, hingga aksi-aksi lingkungan. Thich Nhat Hanh pernah menjadi pembicara di Kongres Amerika Serikat, Parlemen Inggris, Parlemen India, dan di Majelis Irlandia Utara.
Kemudian pada tahun 1967, Dr. Martin Luther King Jr. menominasikan Thich Nhat Hanh untuk hadiah Nobel Perdamaian sebagai ‘Orang Suci Perdamaian dan Anti Kekerasan’.
Selepas kepergiannya, orang-orang ordo monastik Buddhis dan umat awam terus menerapkan ajaran Thich Nhat Hanh dengan menerapkan gerakan mindfulness, perdamaian, dan dialog welas asih.

