Foto : Canva
Liang teh adalah salah satu minuman yang berasal dari Tiongkok. Seiring dengan masuk dan berkembangnya komunitas Tioghoa di Indonesia membuat minuman ini menjadi populer. Menariknya, Liang teh tidak terbuat dari daun teh, melainkan dari tanaman herbal yang berasal dari negeri tirai bambu tersebut.
Minuman herbal ini dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Tanaman herbal yang digunakan untuk membuat secangkir Liang teh berasal dari berbagai jenis tanaman herbal. Pada dasarnya, ada dua jenis herbal yang memang sering dipakai untuk dijadikan Liang teh, yaitu bunga krisan dengan rasa manis serta berwarna bening kekuningan, dan Wang Lo Kat yang memiliki rasa cenderung lebih pahit.
Endar selaku pecinta teh sekaligus pemilik usaha Ho Teh Tiam mengatakan bahwa Liang teh memang diperuntukan untuk menetralisir tubuh. “Liang itu berarti ‘dingin’ jadi biasanya dipakai untuk panas dalam, mendinginkan badan, atau sesuatu yang kita makan mungkin terasa panas, jadi Liang teh itu untuk menetralisir,” ucap Endar.
Banyaknya manfaat dari herbal yang dijadikan minuman Liang teh, Willey Elliot salah satu dokter di Rumah Sakit Colombia Asia Medan juga memiliki ketertarikan tersendiri mengenai manfaat dari tiap tanaman herbal yang ada di minuman Liang teh. Secara garis besar, kebanyakan Liang teh mengandung cincau hitam, bunga krisan, akar manis atau kayu manis, serta pemanis Lo Han Kuo didalamnya.
Willey Elliot juga mengatakan bahwa cincau hitam adalah salah satu bahan yang paling banyak digunakan untuk dibuat menjadi minuman Liang teh, “Cincau ternyata punya banyak manfaat seperti mengandung tinggi serat yang dapat membantu membersihkan pencernaan, lalu mengandung tinggi kalsium dan fosfor untuk mencegah osteoporosis dan kepikunan, serta megandung zat flavonoid yang berguna untuk menurunkan kadar kolestrol jahat,” ujarnya.
Di Indonesia sendiri, khususnya di Medan, Liang teh biasanya dapat ditemukan di restoran-restoran tertentu. Tak hanya di restoran, penjual Liang teh juga dapat dijumpai di pinggir jalan dengan menggunakan gerobak, salah satunya adalah Gerai Liang Teh milik Sim Gwek Hun yang berada di Jl. Pemuda. Gerai tersebut menjadi salah satu gerai Liang teh yang bertahan sejak tahun 1985 hingga saat ini.
Selain itu, ada juga gerai Liang teh Ayong yang berdiri sejak tahun 1943 dan masih bertahan secara turun menurun, hingga generasi ketiga. Seperti yang diungkapkan oleh Sahimin selaku orang yang dipercaya untuk meneruskan usaha gerai Liang teh Ayong, bahwa ciri khas dan cita rasa dari Liang teh mereka selalu dipertahankan hingga saat ini, “tidak boleh diubah seperti pesan dari kakeknya, peralatan, dan obat-obatnya masih kita jaga,” kata Sahimin.
Penulis : Hasna
Editor : Gilang Syahbani
Video Terkait

