Maison Weiner menjual kue sejak tahun 1936, sehingga menjadi toko kue pertama dan tertua di Jakarta. (Foto/ Youtube At Jakarta DAAI TV).
Toko roti yang beredar di masyarakat, khususnya Kota Jakarta kini semakin beragam, mulai dari roti tradisional hingga roti kekinian yang dipengaruhi cita rasa negara lain.
Tapi tahukah kamu jika ada toko kue legendaris khas eropa di Jakarta? Maison Weiner Cake Shop adalah toko kue pertama dan tertua di Jakarta yang berdiri sejak tahun 1936.
Dikenal sebagai Bengkel Kowe, produk pertama yang dijual adalah kue kering ala Eropa dengan ukuran yang cukup besar dan terlihat keras, namun lembut saat dimakan.
kue khas Eropa yang dijual oleh Maison Weiner. (Foto/ Youtube At Jakarta DAAI TV).
Saucijsbrood, pain aux cereals, kerstkrans, ontbijtkoek, dreikornbrot, bloeder dan mocha cake roll adalah beberapa roti dan kue khas Eropa yang dijual oleh Maison Weiner.
Maison Weiner mencapai puncak kejayaannya sebagai satu-satunya bakery di Jakarta hingga tahun 1970-an.
Lokasi toko kue ini hanya 3 menit dari Pasar Kwitang, tepatnya di Jalan Kramat 2 Nomor 2, Jakarta Pusat. Selain menyuguhkan berbagai roti dan kue, Maison Weiner juga menyambut pengunjung dengan arsitektur toko bergaya khas Eropa.
Di salah satu sisi ruangan dekat area dapur juga terdapat mixer atau alat pengaduk adonan roti dan kue yang pertama kali digunakan Maison Weiner 85 tahun yang lalu.
Meskipun sudah menggunakan peralatan dapur yang canggih dan modern, mesin mixer jadul tersebut tetap disimpan sebagai saksi sejarah perjuangan Maison Weiner didirikan.
Sudah Diwariskan Kepada Generasi ke-3
Maison Weiner didirikan oleh Lie Liang Mey atau yang dikenal dengan nama Nyonya Gem. Awalnya, Nyonya Gem sering membantu membuat kue ketika masih bekerja di rumah keluarga Belanda.
Nyonya Gem lalu disarankan oleh orang Belanda tersebut untuk membuka toko kue sendiri dengan mencicil peralatan kue di Pasar Gambir. Toko ini pun kini diberi nama Maison Weiner
Maison Weiner masih terus menjual roti dan kue hingga sekarang. Produksinya kini ditangani oleh generasi ke-3, Heru Laksana.
Pak Heru yang mewarisi bakat sang nenek mendedikasikan hidupnya dengan menempuh pendidikan ke Jerman pada tahun 1970-an untuk mempelajari teknik memasak kue dan pastry.
Di tangan Heru, adonan kue dibuat dengan bahan alami, yaitu tanpa pengawet dan pemanis buatan.
Sekitar 80% bahan baku yang digunakan untuk membuat roti dan kue berasal dari luar negeri. Hanya margarin, butter dan telur saja yang berasal dari Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas roti dan kue buatannya agar tetap premium.
Seiring waktu, Maison Weiner terus mengikuti perkembangan zaman agar roti dan kue dibuat berbagai inovasi kekinian dengan tetap mempertahankan resep yang ada.
Pak Heru membuat sourdough dengan berbagai rasa serta membuat saucijsbrood dengan rasa dan aroma yang lebih berempah dan harum. Terdapat juga banyak roti dan kue yang dijual dengan berbagai ukuran, mulai dari yang kecil hingga besar.
Selain disajikan di toko legendarisnya, menu Maison Weiner kini dijual secara online agar dapat beradaptasi dengan perkembangan bisnis kuliner yang pesat, khususnya di masa pandemi ini.
NR
Referensi
