Sumber Gambar : Lokasi Menikah by Canva
Penulis : Gilang Syahbani
Pernikahan merupakan momen penting dan membahagiakan bagi setiap pasangan. Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk merayakan hari pernikahan mereka, ada yang memilih dengan cara gegap gempita ataupun dengan cara yang sederhana. Di Indonesia, pernikahan adalah sebuah hal yang sakral dan penting untuk dirayakan dengan sebuah pesta, hal itu dilakukan sebagai bentuk dari ungkapan syukur kedua mempelai.
Untuk mewujudkan pernikahan pastinya diperlukan usaha nyata untuk melaksanakannya, seperti meyakinkan pasangan untuk menikah, menyiapkan dana menikah, mendapatkan restu orang tua, hingga merancang konsep dari pernikahan itu sendiri. Berbicara tentang biaya nikah zaman sekarang pastinya tidaklah murah, maka dari itu banyak persiapan yang perlu dilakukan agar impian untuk menikah dapat terealisasi dengan baik.
Menggelar pesta pernikahan disebuah gedung menjadi pilihan favorit bagi calon pengantin, khususnya generasi milenial, Hal itu tentunya membutuhkan banyak biaya untuk memilih gedung yang cocok berdasarkan lokasi, waktu, dan budget yang dimiliki. Bahkan, rata-rata biaya menikah yang dilakukan di gedung perkantoran di kota-kota besar seperti Jakarta bisa mencapai angka 100-300 juta.
Banyaknya biaya yang dibutuhkan membuat banyak orang akhirnya memilih untuk merayakannya dengan cara yang lebih sederhana dan simple. Salah satu alternatif yang bisa dipilih untuk melaksanakan pernikahan tanpa biaya yang besar adalah dengan memilih KUA sebagai tempat untuk melaksanakan pernikahan secara gratis, asalkan kalian menikah pada hari dan jam kerja yang ditentukan.
Seperti yang disampaikan oleh Financial Consultant, Desvalia D. S., QWP, bahwa biaya yang besar tidak perlu dikahawatirkan, karena terdapat alternatif lain yang bisa menjadi pilihan untuk melaksanakan pernikahan dengan cara yang lebih hemat.
“Versi hematnya yakni dengan menikah di masjid ataupun aula sekolah, yang biayanya sekitar 70-150 juta,” jelasnya. Pemilihan lokasi seperti ini bisa membantu pasangan dalam menekan biaya yang dikeluarkan untuk acara pernikahan.
Hal lain yang penting untuk dibahas adalah konsep dan biaya dari pernikahan itu sendiri. Salah satunya membicarakan siapa yang akan menanggung biaya pernikahan yang akan digelar. Hal ini sebaiknya dibicarakan sedetail mungkin dengan pasangan dan keluarga calon mempelai, karena penyelenggaraan pesta pernikahan sendiri bukanlah hak prerogatif calon mempelai saja melainkan melibatkan keluarga kedua calon mempelai.
Sekarang ini banyak juga pasangan yang lebih memilih untuk merayakan pesta pernikahan dengan cara yang simple dan lebih sederhana, yakni dengan mengundang sahabat dan para kerabat dekat serta digelar di tempat yang tidak begitu besar. Cara seperti itu membuat pesta pernikahan yang digelar tentunya lebih bersifat hangat dan kekeluargaan.
Perencanaan keuangan juga harus dilakukan agar pernikahan bisa berjalan dengan lancar. Menentukan konsep dan menghitung budget yang dibutuhkan bersama pasangan, serta tentukan juga berapa jumlah maksimal yang bisa kalian capai dan kapan biaya pernikahan itu akan terkumpul. Hal ini perlu dilakukan untuk mengontrol biaya pengeluaran agar sesuai dengan budget dan tidak menjadi masalah di kemudian hari.
Banyak juga pasangan yang lebih memilih untuk mengalokasikan dana untuk kepentingan jangka panjang lainnya, seperti rumah ataupun tabungan masa depan. Desvalia mengungkapkan bahwa resepsi pernikahan tidak berhubungan dengan kebahagiaan di masa depan, “justru bagaimana kamu me-manage diri sendiri dan rumah tangga yang menjadi indikator terpenting dalam berumah tangga.”
Video Terkait
