Ilustrasi: Menjaga kerahasiaan data pribadi menjadi tanggung jawab setiap individu agar terhindar dari cyber crime. (Foto/Canva) Ilustrasi: Menjaga kerahasiaan data pribadi menjadi tanggung jawab setiap individu agar terhindar dari cyber crime. (Foto/Canva)

Internet menjadi kebutuhan manusia dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari, mulai dari berbelanja, menonton film, membaca berita, dan lain sebagainya.

Biasanya masyarakat diharuskan mendaftar dalam sebuah situs online ataupun aplikasi. Sayangnya memberikan informasi di internet tidak selalu aman. Banyak oknum tidak bertanggung jawab yang menyalahgunakan data pribadi seseorang.

Firman Kurniawan, Pakar Komunikasi Digital Universitas Indonesia, dalam acara Sudut Pandang DAAI TV menjelaskan bahwa tujuan kebocoran data pribadi adalah mencari sumber keuntungan.

“Data pribadi memiliki nilai ekonomis, sehingga rawan diretas. Adanya kebocoran data menunjukan bahwa optimasi keamanan data di Indonesia masih belum optimal.” ujar Firman.

Untuk mengatasi masalah ini, terdapat hukum soal perlindungan data pribadi di era digital, yaitu Aturan itu dituangkan dalam bentuk Peraturan Menteri (Permen) No 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP).  

Ruang lingkup Permen PDP ini mencakup perlindungan terhadap perolehan, pengumpulan, pengolahan, penganalisisan, penyimpanan, penampilan, pengumuman, pengiriman, penyebarluasan, dan pemusnahan data pribadi, sebagaimana yang diatur dalam pasal 2 ayat (1) Permen PDP.

Tips Menjaga Data Pribadi di Internet

Meskipun dilindungi hukum, menjaga kerahasiaan data pribadi juga menjadi tanggung jawab setiap individu. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan.

1.Bijak Menggunakan Sosial Media

Sosial media saat ini menjadi wadah untuk berbagi setiap detail kehidupan penggunanya. Namun tidak semua informasi pribadi aman dibagikan kepada publik.

Informasi yang tidak boleh dibagikan diantaranya lokasi terkini, tanggal ulang tahun, alamat dan nomor ponsel, dan informasi kehidupan pribadi lainnya.

Penyebaran informasi pribadi di sosial media sering kali berujung pada kasus kejahatan digital, pencurian identitas, stalking, dan penipuan. 

2. Gunakan Cloud Untuk Menyimpan Backup Data

Apabila perangkat digital anda hilang atau rusak, menyimpan backup data di penyimpanan dapat sangatlah penting. 

Cloud penyimpanan yang bisa digunakan antara lain Google Drive, Dropbox, atau iCloud. Caranya pun mudah, cukup unggah data yang ingin dicadangkan dengan menggunakan koneksi internet.

3. Gunakan Sandi yang Kuat dan Two Factor Authentication

Saat mendaftarkan akun anda ke halaman situs, gunakan kata sandi yang kompleks, misalnya dengan perpaduan huruf kapital, angka, dan simbol. 

Pastikan juga kata sandi yang digunakan berbeda untuk semua akun penting seperti akun bank atau email. Jangan menggunakan nama anggota keluarga atau tanggal ulang tahun karena rawan diretas. 

Gunakan juga two factor authentication atau verifikasi dua langkah agar dapat memberikan keamanan ganda terhadap akun jejaring sosial. Biasanya ppengguna akan diminta untuk memasukkan kode verifikasi yang dikirimkan melalui SMS, email, atau telpon. 

4. Cek Data Secara Berkala

Gunakan website seperti haveibeenpwned.com. dan https://avast.com/hackcheck. Situs tersebut akan memberi tahu apakah data kita bocor atau tidak. 

Misalnya di situs haveibeenpwned.com, pengguna dapat mengetahui datanya bocor dari website mana, dan apa saja yang bocor.

5. Rutin Ganti Password 

Lakukan penggantian password pada akun atau platform secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memastikan informasi data pribadi yang kita masukkan aman dari retasan.

6. Hindari Link Asing

Banyak phising atau penipuan yang dilakukan untuk mencuri informasi penting dengan mengambil alih akun korban.

Penipuan ini umumnya dilakukan melalui SMS atau email dengan menggunakan link palsu, sehingga korban akan diarahkan ke situs palsu. 

7. Jangan Bagikan Kode OTP

Kode OTP diberikan secara personal kepada pengguna platform. Jangan pernah beritahukan kode OTP kepada siapapun, termasuk karyawan dari platform yang bersangkutan untuk menghindari kebocoran data. 

Menjaga data pribadi masyarakat bukan hanya tugas pemerintah, perlu kesadaran dan bantuan masyarakat Indonesia. Apabila mengalami kebocoran data, masyarakat harus segera melaporkannya ke pihak yang berwenang. 

NR
  • Referensi

Saksikan Video Terkait :