Sumber Gambar : Business Insider
Penulis : Grace Kolin
Perpaduan antara inovasi dengan kemajuan teknologi telah melahirkan kulit imitasi dalam dunia tekstil. Kulit imitasi ini biasa dikenal dengan vegan leather atau kulit vegan. Kulit vegan merupakan kulit sintetis yang hampir mirip dengan kulit hewan seperti sapi, ular dan lain-lain. Sisi positif dari kulit imitasi ini adalah tidak mengeksploitasi hewan dalam pembuatannya. Selain itu, pembuatan kulit vegan juga tidak melibatkan peternakan, dimana peternakan adalah salah satu sektor yang menyumbang jejak karbon.
Di dunia ini, ada banyak inovasi kulit vegan dari bahan yang tidak biasa. Salah satunya inovasi kulit vegan yang menggunakan buah mangga. Buah yang memiliki rasa manis dan berserat ini dijadikan kulit vegan oleh sebuah perusahaan di Belanda, Fruitleather Rotterdam sejak tahun 2015. Perusahaan ini mengumpulkan buah mangga yang berlebih dan berpotensi menjadi sampah, kemudian mengolahnya manga ini menjadi sebuah kulit yang ramah lingkungan. Kulit dari buah mangga ini dipakai untuk membuat dompet, handbag maupun sepatu.
Ada sekitar 1.500 mangga yang dikumpulkan perusahaan ini per minggunya dari importir Belanda. Mangga yang dikumpulkan oleh perusahaan ini adalah mangga yang tidak lagi dijual. Perusahaan ini pun berinisiatif untuk mengolahnya menjadi kulit untuk mencegah mangga ini berakhir menjadi limbah di lingkungan.
“Ini adalah win-win solution, karena kami menerima limbah dari mereka secara gratis, dan mereka tidak perlu membayar lagi untuk membuang limbah mangga mereka,” ujar Koen Meerkerk Co-founder dari Fruitleather Rotterdam dalam wawancaranya dengan Business Insider.
Perusahaan ini menghancurkan mangga menjadi bubur, kemudian menambahkan zat aditif untuk mengubah bubur mangga menjadi material yang mirip dengan kulit. Selanjutnya, bubur mangga dituang ke dalam cetakan dan dimasukkan ke hydrator selama satu malam lalu dikeringkan. Setelah dikeringkan, bubur mangga menjadi mirip dengan kulit hewan. Agar kulit vegan ini tahan lebih lama, kulit ini dilapisi dengan cairan resin dan dipanaskan di dalam oven bersuhu 100 derajat Celcius lalu didinginkan. Proses ini diulangi beberapa kali agar kulit ramah lingkungan ini dapat awet lebih lama.
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber
Baca juga: Dimona, Kota Vegan di Israel
