Penyakit Hirschsprung adalah gangguan pada usus besar yang menyebabkan anak tidak bisa buang air besar (BAB). (Foto/Canva).
Penyakit Hirschsprung adalah salah satu jenis kelainan bawaan yang tergolong langka. Penyakit ini umumnya ditemukan pada bayi yang baru lahir atau anak berusia lebih besar.
Kelainan ini terdapat pada usus besar (kolon) karena tidak adanya saraf pada salah satu bagian usus besar, sehingga menyebabkan kontraksi usus terganggu.
Spesialis anak, Dr. Budi Purnomo, Sp. A(K), dalam acara Bincang Sehati DAAI TV menjelaskan Hirschsprung terjadi karena saraf di dalam usus sudah tidak berfungsi.
“Hirschsprung adalah suatu kelainan bawaan yang menyebabkan usus besarnya atau kolon bagian distal itu sel-sel saraf parasimpatis nya tidak ada dan tidak berfungsi.” ujar dr. Budi.
Dr. Budi juga menjelaskan penyakit Hirschsprung menyebabkan anak tidak bisa buang air besar (BAB).
“Saraf yang rusak menyebabkan feses di bagian ujung usus itu tidak ada reflek untuk mengejang, sehingga feses menumpuk. Seiring waktu usus bagian atas membesar dan terjadi sumbatan” terang dr. Budi
Bayi dengan penyakit Hirschsprung sering kali mengalami kesulitan dalam buang air besar.
Dilansir National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), penyakit Hirschsprung pada bayi dengan perbandingan satu dari 5.000 bayi baru lahir.
Penyebab Penyakit Hirschsprung
Penyakit Hirschsprung terjadi karena kelainan saraf, sehingga menyebabkan usus besar tidak dapat mendorong feses keluar, penyumbatan di usus, dan anak tidak bisa BAB.
Dilansir Alodokter, penyebab masalah pada saraf tersebut belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko kelainan saraf di usus besar, antara lain:
- Berjenis kelamin laki-laki.
- Memiliki saudara yang menderita penyakit Hirschsprung.
- Riwayat orang tua yang pernah menderita penyakit Hirschsprung.
- Menderita penyakit bawaaan lainnya yang diturunkan, seperti Down syndrome dan penyakit jantung bawaan.
Gejala Penyakit Hirschsprung pada Anak
Tanda dan gejala utama penyakit Hirschsprung adalah konstipasi atau obstruksi usus yang muncul setelah bayi lahir.
Namun, tidak seperti anak-anak dan bayi yang sehat, penderita Hirschsprung biasanya tidak merespon obat sembelit yang diberikan melalui mulut.
Penderita Hirschsprung umumnya akan memiliki gejala lain, seperti:
- Pembengkakan perut
- Demam dan muntah
- Tumbuh kembang anak terganggu
- Mudah merasa lelah
- Kehilangan nafsu makan serta berat badan tidak bertambah
- Diare yang disertai dengan darah
- Tidak bisa buang air besar tanpa rnema atau supositria
Gejalanya dapat bervariasi berdasarkan banyaknya jumlah sel saraf yang hilang di usus.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, riwayat medis dan keluarga, gejala, dan hasil tes apabila anak dicurigai menderita Hirschsprung.
Anak akan dirujuk ke ahli gastroenterologi atau dokter penyakit pencernaan pada anak-anak untuk evaluasi tambahan, seperti foto rontgen, tes mengukur kekuatan otot usus dan tes biopsi.
Pengobatan Penyakit Hirschsprung
Penyakit Hirschsprung merupakan kondisi serius yang perlu segera diobati. Pengobatannya pun memerlukan operasi, diantaranya:
1.Bedah Laparoskopi dengan Operasi Penarikan Usus
Pasien hirschsprung yang kondisinya stabil, biasanya hanya memerlukan satu kali operasi.
Dokter akan membuang bagian dalam dari usus besar yang tidak bersaraf, kemudian menarik dan menyambungkan usus yang sehat langsung ke dubur atau anus.
2. Prosedur Ostomi
Jika kondisi pasien tidak stabil atau bayi prematur, biasanya pasien akan menjalani operasi ostomi untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi.
Prosedur ini dilakukan dalam 2 tahap. Yaitu pemotongan bagian usus pasien yang bermasalah, lalu mengarahkan usus yang sehat ke lubang baru (stoma) yang dibuat di perut.
Lubang tersebut akan menjadi pengganti anus untuk membuang feses. Prosedur ini disebut juga kolostomi.
Setelah menjalani operasi, terdapat beberapa komplikasi yang dialami pasien, diantaranya muncul lubang kecil atau robekan pada usus, inkontinensia tinja, kekurangan gizi, dehidrasi, dan megakolon.
Sehingga pada awal masa pemulihan, ajak anak bermain, mengkonsumsi buah dan minum yang cukup, serta mengkonsumsi obat pencahar agar cepat pulih.
NR
Referensi
