Penulis : Akbar Fauzi

Editor : Grace Kolin

Jembatan kereta Matraman Raya sudah berdiri sejak tahun 1918. Pada masa kekuasaan Belanda, jembatan ini berfungsi sebagai jalur kereta api yang dibangun untuk menghubungkan Manggarai dan Jatinegara. Awalnya jembatan ini memiliki tiga lajur jalan saja, namun seiring pesatnya pertumbuhan daerah Jatinegara, ruas jembatan bertambah jadi dua jalur.

Kini jalur perlintasan kereta api sudah tidak terlihat, tertutup oleh batu-batu balas atau batu kricak. Namun, jika diperhatikan lebih jelas, masih ada sisa rel di tepi jembatan. Apakah rel ini asli dari masa lampau atau rel baru? Tentunya hal ini masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

Karena perjalanan panjang sejarahnya, jembatan kereta Matraman Raya ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya sebagai upaya pelestarian.