Penulis : Grace Kolin

Cacingan adalah penyakit infeksi parasit cacing yang tinggal dalam usus manusia. Ada beberapa jenis cacing dapat menyebabkan cacingan, salah satunya adalah cacing kremi (Enterobius vermicularis). Parasit yang rata-rata memiliki panjang tubuh 5–13 milimeter ini tampak seperti benang dan berwarna putih.

Di antara semua kelompok usia, anak-anak adalah kelompok usia yang paling rentan terserang infeksi cacing kremi. Mengapa? Menurut penjelasan dari spesialis anak, dr. Caroline Mulawi, Sp.A, anak senang melakukan eksplorasi ketika mereka sudah bisa berjalan. Mereka biasanya akan bermain ke tempat-tempat di luar rumah seperti kebun, taman, dan lain sebagainya.

Setelah bermain bermain tanah atau memegang benda, terkadang mereka memasukkan tangan ke mulut, menghisap jempol atau menggigit kuku tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Sehingga memudahkan telur cacing kremi masuk ke dalam tubuh melalui mulut mereka.  

Tidak melulu dari tanah atau benda, telur cacing kremi juga dapat berpindah ke tubuh anak-anak melalui makanan ataupun sumber air yang sudah terkontaminasi dengan telur cacing tersebut. Telur cacing kremi yang telah masuk ke dalam tubuh kemudian akan menetap dan berkembang biak di dalam saluran pencernaan.

Dilansir dari alodokter.com, ada beberapa gejala yang dapat timbul jika cacing kremi di dalam usus sudah sangat banyak:

  • Gatal di bagian anus atau vagina, terutama di malam hari
  • Sulit tidur karena gatal
  • Bruxism (menggemeretakkan gigi secara tidak sadar)
  • Mudah tersinggung atau sulit berkonsentrasi karena gatal
  • Sakit perut
  • Nafsu makan berkurang dan berat badan turun
  • Mual atau muntah
  • Diare
  • Mengompol atau sakit saat buang air kecil
  • Kemerahan atau luka di sekitar anus karena terlalu sering digaruk

Menurut Caroline, untuk mencegah infeksi cacing kremi pada anak, orangtua dapat memberikan obat cacing pada anak sejak usia 2 tahun, usia dimana anak sudah bisa berjalan dan bereksplorasi. Berikan obat cacing secara rutin setiap enam bulan sekali untuk pencegahan.

Namun jika orangtua menemukan gejala infeksi cacing kremi pada anak, bawalah anak untuk diperiksa. Bila ditemukan telur ataupun cacing kremi dari hasil pemeriksaan, segera obati anak dengan obat cacing.