Infantile Amnesia, Lupa Akan Kejadian di Masa Kanak-Kanak.

Sumber Gambar : Canva Pro

Penulis : Grace Kolin

Masa kecil adalah salah satu masa yang berkesan di awal kelahiran seseorang. Namun tidak semua orang dapat mengingat kenangan masa kecilnya. Ada yang dapat mengingatnya namun, samar-samar dan ada juga yang sudah tidak ingat lagi sama sekali. Kondisi ini dinamakan dengan infantile amnesia, yang ditandai dengan hilangnya ingatan pada tahun-tahun pertama kehidupan (sebelum usia 2-4 tahun).

Kondisi yang juga dikenal dengan childhood amnesia ini merupakan hal yang normal dan dialami sebagian besar orang. Meski penyebabnya masih menjadi misteri, namun ada beberapa pemicu yang menyebabkan seseorang sukar untuk mengingat periode di awal kelahirannya, sebagaimana yang dikutip dari sehatq.com dan orami.co.id:

  • Memori tidak permanen

Memori masa kecil secara perlahan akan memudar ketika memasuki usia remaja, usia dimana seseorang mulai menemukan identitas/jati dirinya. Memori yang ada di masa remaja kemudian akan mengambil alih memori masa kecil, memori yang terbentuk saat identitas belum benar-benar kuat. Inilah yang menyebabkan memori pada masa-masa remaja dan awal dewasa lebih membekas di ingatan dibanding memori masa kecil.

  • Belum fasih menggunakan bahasa

Menurut Sally Goddard Blythe, direktur Institute for Neuro-Physiological Psychology (INPP) di Inggris sekaligus penulis buku perkembangan anak, infantile amnesia terjadi saat seseorang tidak memiliki kemampuan untuk membicarakan hal-hal yang terjadi di masa lalu sebelum ia fasih menggunakan bahasa.

  • Hippocampus belum berkembang dengan baik

Ingatan episodik, merupakan ingatan mengenai peristiwa yang pernah dialami individu di masa lalu. Ingatan ini melibatkan hippocampus, bagian dari otak yang ditemukan di lobus temporal yang belum berkembang sepenuhnya saat lahir. “Hippocampus akan siap pada usia empat tahun dan biasanya ketika anak-anak mulai mengingat hal-hal secara konsisten,” jelas Rachael Elward, ahli dalam ilmu saraf kognitif dari memori. Menurutnya, semakin besar seorang anak, semakin stabil pula ingatan mereka.

  • Otak masih tahap perkembangan

Jeanne Shinskey, dosen senior bidang psikologi dari Royal Holloway Universitas London, juga menuturkan bahwa kemampuan ingatan anak usia tiga tahun memang tidak seperti orang dewasa karena masih terus berkembang. “Perubahan-perubahan pada masa perkembangan yang juga terjadi pada otak, mungkin bisa menjelaskan mengapa ingatan masa kecil menghilang,” kata Jeanne.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber