Penulis : Akbar Fauzi
Editor : Grace Kolin
Pernahkah Anda mendengar tanaman indigofera? daun dari tanaman ini memiliki kandungan zat warna yang akan menghasilkan warna biru. Warna biru alami dari indigofera ini tahan lama, sangat meresap ke dalam kain dan tidak mudah luntur, sehingga sangat cocok dijadikan sebagai pewarna tekstil alami yang ramah lingkungan. Belum diketahui secara pasti sejak kapan daun indigofera ini mulai digunakan sebagai pewarna alami. Konon, kebudayaan Hindu di India telah mengetahui dan memanfatkan salah satu tumbuhan dari marga indigofera sebagai pewarna tekstil sejak tahun 2500 SM.
Tahukah Anda di negeri Jepang dan Korea pewarna alami dari daun indigofera ini banyak dipakai dan diminati. Dilansir dari kontan.co.id, harga pewarna alami dari indigofera ini dapat mencapai Rp. 700.000,- per kg. Sangat menggiurkan bukan? Selain menjadi pewarna tekstil alami, ternyata banyak manfaat lain dari daun indigofera. Apa saja? mari kita simak penjelasan berikut:
1. Tanaman Hias
Tanaman atau daun indigofera kerap dimanfaatkan sebagai tanaman hias, hal ini karena dari beberapa spesies indigofera memiliki bunga yang unik dan batang yang membentu lengkungan-lengkungan yang indah.
2. Pupuk hijau
Manfaat lain dari indigofera yaitu menjadi pupuk organik. Ini dikarenakan tanaman ini bersimbiosis dengan bakteri rhizobium sp yang dapat mengikat lebih banyak nitrogen dari udara, sehingga status bahan organik dan kadar nitrogen di dalam tanah jadi meningkat.
3. Sebagai bahan obat
Daun indigofera mengandung beberapa senyawa tambahan yang dapat digunakan sebagai obat pada daun dan akarnya, seperti terpenoid, saponin dan flavonoid. Selain itu, beberapa spesies tanaman indegofera juga dapat digunakan sebagai obat antipiretik (anti demam dan anti nyeri), pencahar hingga diuretik serta mampu membantu meredakan gigitan ular, lebah dan serangga lainnya.

