Sumber Gambar : Canva Pro
Penulis : Grace Kolin
Apakah Anda pernah mendengar tentang gaya hidup minimalis? Gaya hidup minimalis bukan berarti berhenti berbelanja atau membuang semua barang yang sudah dimiliki. Namun menyingkirkan beberapa hal tidak berguna yang ada dalam hidup dan lebih berfokus pada sesuatu yang lebih bermanfaat. Menurut Colin Wright dalam bukunya “My Exile Lifestyle”, minimalisme adalah penilaian ulang prioritas Anda, sehingga Anda dapat menanggalkan kelebihan barang, harta, ide-ide, hubungan dan kegiatan yang tidak membawa nilai dalam hidup Anda.
Melansir dari laman blog.pluang.com, istilah minimalis mulai dikenalkan pada tahun 1950 atau 1960-an. Gerakan gaya hidup minimalis ini sudah berkembang di berbagai negara maju jauh sebelum pandemi Covid-19 datang, seperti di Amerika Serikat dan Jepang. Saat ini, gaya hidup ini juga sudah menyebar di Indonesia.
Bagaimana caranya menerapkan gaya hidup ini? Berikut adalah enam cara minimalis yang dikutip dari tagar.id:
1. Memprioritaskan Pengeluaran
Gaya hidup minimalis mendorong seseorang untuk mengatur skala prioritas, termasuk skala prioritas dalam pengeluaran. Hal ini bisa terus berlanjut dalam cara seseorang menangani keuangan secara keseluruhan.
2. Mengurangi Pengeluaran
Saat berfokus untuk gaya hidup minimalis, seseorang dapat berfokus untuk mengurangi pengeluaran dan meningkatkan tabungan. Karena tidak mengeluarkan uang terlalu banyak, seseorang dapat mengalokasikan keuangannya untuk tujuan lain, seperti dana darurat, tabungan masa tua, membeli rumah, atau pergi berlibur.
3. Membutuhkan Lebih Sedikit Ruang
Saat berlatih gaya hidup minimalis, seseorang akan membutuhkan lebih sedikit ruang untuk menyimpan. Dengan ruang yang lebih kecil, mereka masih bisa memiliki hunian dengan gaya dan ruang yang disukai, selain itu mereka juga dapat menghemat biaya sewa, bahkan biaya sehari-harinya.
4. Fokus pada Tujuan Keuangan dan Anggaran
Gaya hidup minimalis memberi lebih banyak perhatian pada hidup. Hal ini bisa menguntungkan seseorang dalam membuat anggaran dan memprioritaskan tujuan keuangannya. Saat menemukan apa yang paling penting dan dibutuhkan, seseorang dapat menemukan akar dari masalah keuangannya serta mengubah caranya dalam menangani keuangan.
5. Fokus Bebas dari Utang
Salah satu cara untuk menyederhanakan keuangan adalah dengan fokus untuk terbebas dari utang. Seseorang bisa mulai membayar utang pinjaman kemudian memilih untuk mempunyai kartu kredit hanya dalam keadaan darurat. Dengan menyingkirkan utang, seseorang akan lebih mudah untuk mengeksplorasi hal-hal yang paling penting.
6. Menemukan Cara Sederhana untuk Keuangan
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menangani keuangan lebih mudah. Seperti beralih ke uang tunai untuk pembelian sehari-hari, ataupun menggunakan aplikasi atau software untuk proses penganggaran. Dengan begitu, seseorang dapat melacak dan menyadari batasan dalam keuangannya.
Menurut laman semutaspal.com, ada tiga dampak positif yang akan muncul jika gaya hidup ini diterapkan, seperti berkurangnya pengeluaran, lebih fokus pada tujuan ketika sudah berpenghasilan, hingga membaiknya kemampuan dalam merencanakan keuangan.
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber

