Sumber Gambar : Canva Pro
Penulis : Grace Kolin
Kehidupan manusia di zaman digital hampir tidak dapat dipisahkan dari media sosial. Lewat media sosial, seseorang dapat terkoneksi, bahkan mengetahui kabar terkini. Tak jarang, kebutuhan manusia yang haus akan media sosial menjadikan media sosial sebagai hal pertama yang dilihat saat bangun tidur dan hal terakhir kali yang dilihat sebelum tidur. Jika tidak dikontrol dengan baik, kebutuhan manusia akan media sosial dapat berubah menjadi sebuah bentuk “ketergantungan” yang dapat memperburuk pemanasan global.
Fenomena ini bukan sekadar mitos. Dilansir dari laman republika.co.id, pada tahun 2021, Greenspector, sebuah organisasi efisiensi energi mempelajari dampak lingkungan dari penggunaan media sosial. Studi ini mengukur umpan berita dari sepuluh aplikasi media sosial paling populer secara global, termasuk Facebook, Instagram, LinkedIn, Pinterest, Reddit, Snapchat, TikTok, Twitch, Twitter, dan Youtube. Pengukuran ini dilakukan menggunakan smartphone Samsung Galaxy S7 yang menjalankan Android 8.
Hasilnya, penggunaan aplikasi TikTok meninggalkan jejak karbon paling banyak dengan emisi sebesar 2,63 gCO₂Eq per menit. Posisi tersebut kemudian disusul dengan Reddit, Pinterest, Instagram, Snapchat, Facebook, LinkedIn, Twitter, Twitch, dan YouTube. YouTube memiliki dampak paling kecil di antara sepuluh aplikasi medsos yang diuji dengan total emisi karbon 0,46 gCO₂Eq per menit.
Dilansir dari laman Screenrant, seseorang dapat menghitung jumlah emisi karbon yang ia hasilkan dalam penggunaan media sosial. Caranya dengan memasukkan jumlah menit yang dihabiskan di setiap platform media sosial setiap hari di situs:
https://www.comparethemarket.com.au/energy/features/social-carbon-footprint-calculator/
Setelah memasukkan data, ketuk tombol “Calculate” yang akan memberikan pengguna data berupa jumlah emisi karbon harian dan tahunan mereka hasilkan dari setiap platform media sosial. Dengan mengetahui berapa banyak jejak karbon yang dihasilkan dari aktivitas di media sosial, seseorang dapat mulai mempertimbangkan berapa lama waktu ia habiskan dalam berselancar di media sosial. Dengan bijak membatasi waktu penggunaan media sosial, seseorang juga dapat membantu mengurangi jejak karbon mulai dari langkah kecil yang sederhana, sekaligus berkontribusi dalam mencegah pemanasan global semakin memburuk.
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber
