Kelompok Angklung Paguyuban Meizhou Indonesia

Penulis : Grace Kolin

Editor   : PR & Branding DAAI TV

Siapa yang tidak kenal angklung? alat musik tradisional Indonesia ini tak hanya menjadi simbol persatuan tetapi juga menjadi simbol budaya masyarakat Jawa Barat. Sejak November 2010, angklung telah terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO.

Hingga kini, upaya pelestarian angklung terus dilakukan oleh berbagai pihak, salah satunya Paguyuban Meizhou Indonesia. Organisasi kebudayaan sosial yang telah berdiri sejak dua dekade lalu ini memiliki misi dan visi utama dalam mempromosikan budaya Indonesia kepada dunia.

Dalam mewujudkan visi misinya, Paguyuban Meizhou Indonesia memiliki wadah kegiatan berupa kelompok angklung yang terdiri dari 40 anggota aktif dengan rentang umur dari 40 hingga 80 tahun.

“Walaupun hanya dibilang etnisnya saja, tapi kita I love Indonesia,” kata Jeanny Utama selaku Ketua Kelompok Angklung Paguyuban Meizhou Indonesia dengan penuh semangat.

Usia yang tak lagi muda tak menjadi hambatan bagi anggota kelompok angklung ini dalam berlatih dan mementaskan aneka lagu dengan merdu dan harmonis. Bahkan, mereka juga sudah pernah mementaskan angklung sampai ke Negeri Tirai Bambu.

Baru-baru ini, tepatnya pada peringatan Hari Angklung Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 November, mereka membawakan lagu  berjudul “Halo, Halo Bandung”, “El Condor Pasa”, “Maju Tak Gentar” dan lainnya dalam pertunjukan bertajuk “Angklung Mendunia, Kita Lestarikan dan Generasikan Angklung”.

Tidak hanya itu, dalam tayangan Harmoni Imlek 2023 yang akan ditayangkan di DAAI TV pada 21-22 Januari mendatang, Kelompok Angklung Paguyuban Meizhou Indonesia akan mempersembahkan lagu Grandma’s Penghu Bay dari Pan An-bang, penyanyi asal Taiwan. Lagu tersebut terinspirasi dari kehidupan masa kecil Pan bersama neneknya di Penghu, gugusan pulau di Selat Taiwan.

“UNESCO kan sudah mengakui Angklung Day nih, jadi tugas kita adalah melestarikan angklung agar bisa dikenal lebih banyak orang. Soalnya angklung ini jarang ada. Biasanya kalau seumuran anak-anak muda itu jarang ada yang mau main angklung, jadi kita ya pelopornya lah,” pungkas dr. Widiawaty, MM, wakil ketua dari kelompok angklung tersebut.

Jadwal Tayang Harmoni Imlek 2023

  • 21 Januari 2023 : 19.00 WIB – 20.00 WIB
  • 22 Januari 2023 : 08.00 WIB – 09.00 WIB & 21.00 WIB – 22.00 WIB