Sumber Gambar : Canva Pro
Penulis : Grace Kolin
Hiruk pikuk kehidupan yang sibuk membuat sebagian orang merasa lebih cepat lelah dari segi fisik maupun mental. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut, beberapa orang memilih untuk healing, salah satu istilah yang tengah tren di kalangan masyarakat maupun anak muda. Arti healing disini lebih merujuk pada kegiatan pemulihan diri yang bertujuan untuk memperoleh ketenangan batin serta jiwa.
Kegiatan healing sendiri bisa sangat beragam. Mulai dari meditasi, self-talk, berolahraga, menulis jurnal dan lain sebagainya. Di antara banyaknya pilihan kegiatan healing, forest bathing dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat dicoba.
Bagi pembaca yang masih awam dengan forest bathing, forest bathing istilah yang mengacu pada praktik penghilang stres di hutan. Di Jepang, terapi ini dikenal dengan Shinrin-yoku. Shinrin berarti hutan dan yoku berarti mandi. Praktik forest bathing sudah dilakukan di negeri Matahari Terbit sejak tahun 1980-an, dan baru-baru ini kegiatan ini menjadi populer di seluruh dunia. Bahkan tokoh publik seperti Kate Middleton hingga Justin Bieber juga melakukan forest bathing.
Forest bathing bukanlah sejenis olahraga, hiking atau jogging. Melainkan lebih kepada praktik sadar dan kontemplatif untuk tenggelam dalam pemandangan, suara, dan aroma hutan. Jika dianalogikan, Shinrin-yoku mirip seperti jembatan. Jembatan yang menghubungkan diri manusia dengan alam. Dalam melakukan forest bathing, seseorang harus fokus dan mengerahkan perhatian penuh. Sehingga penggunaan ponsel dan media sosial ketika sedang melakukan praktik ini sebaiknya dihindari.
Sudah sejak lama, hutan menjadi “obat” yang mujarab bagi manusia. Dengan melakukan forest bathing, seseorang akan merasakan manfaat phytoncide. Phytoncide adalah minyak esensial yang dipancarkan dari pohon untuk melindungi pohon dari serangga dan kuman. Aroma dari zat ini dapat memengaruhi fungsi sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kualitas tidur, mood, dan kreativitas seperti yang dilansir dari laman verywellmind. Selain mencium aroma hutan, kegiatan forest bathing juga dapat dilakukan dengan memeluk pohon. Mencelupkan jari tangan atau kaki ke sungai hingga berbaring di atas tanah.
Melakukan forest bathing dapat menjadi sarana bagi seseorang untuk melepaskan stres dan mengisi ulang energi tubuh dan pikiran sebelum kembali tenggelam dalam kesibukan dan rutinitas.
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber
