Ilustrasi: Harimau memasuki pemukiman warga karena kurangnya ketersediaan makanan di habitat aslinya. (Foto/Canva). Ilustrasi: Harimau memasuki pemukiman warga karena kurangnya ketersediaan makanan di habitat aslinya. (Foto/Canva).

Maraknya hewan yang sering memasuki area pemukiman penduduk menimbulkan keresahan di masyarakat. Banyak kasus yang menimbulkan korban luka maupun meninggal dunia.

Rusaknya alam menjadi salah satu faktor satwa liar masuk ke permukiman.  Tidak hanya membahayakan manusia, hewan yang masuk ke pemukiman warga pun terancam keberadaannya.

Misalnya saja seekor harimau siberia yang memasuki Desa Linuh di Provinsi Heilongjiang, China. Walaupun tidak terdapat korban jiwa, para ahli mengkhawatirkan keamanan harimau dan penduduk setempat apabila dilepaskan begitu saja.

Jiang Guangshun, Direktur Eksekutif Pusat Penelitian dari Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput, dalam acara DAAI Mandarin menjelaskan harimau tersebut dikirim ke pusat penangkaran untuk direhabilitasi dan akan dilepaskan kembali .

“Sebelum dilepaskan, para ahli melakukan penelitian, mulai dari pemilihan lokasi, proses pelepasliaran, dan pemantauan satwa pasca pelepasliaran dengan tujuan keselamatan harimau dan risiko di daerah pemukiman warga.” ujar Jiang.

Para ahli juga memasang kalung pelacak di leher harimau sebelum dilepas ke alam bebas untuk memantau pergerakan harimau. Setelah kondisi aman, kalung pelacak dapat dilepaskan dari jarak jauh.

Apa Penyebab Hewan Buas Turun ke Pemukiman Manusia?

  1. Rusaknya Habitat Hewan

Salah satu penyebab hewan buas yang turun ke pemukiman manusia diduga akibat rusaknya habitat hewan, sehingga daerah tempat tinggal mereka mengalami penyempitan.

Hutan yang dulunya menjadi tempat tinggal dan berkembang biak kini berubah menjadi perkebunan yang membuat para hewan tidak nyaman.

  1. Kekurangan Ketersediaan Makanan

Banyak satwa yang keluar dari habitatnya karena kekurangan pakan. Hutan tempat hewan buas mencari makan, kini jarang ditemui pakan, sehingga mereka keluar dari habitat aslinya menuju pemukiman warga.

  1. Belajar Berburu dan Memasuki Daerah Jelajahnya

Dilansir Media Indonesia, hewan buas, khususnya harimau akan hidup bersama induknya pada usia 1-2 tahun. Setelahnya mereka akan hidup soliter. 

Sehingga para harimau akan belajar berburu dan sering kali berada di pinggiran hutan dan memasuki pemukiman warga karena terdapat sumber makanan. 

Apabila melihat hewan buas yang memasuki pemukiman, segera  laporkan kepada petugas BKSDA, perangkat desa, maupun aparat keamanan setempat. Jangan berusaha menangkap atau bertindak gegabah karena berbahaya. 

NR

Saksikan Video Terkait :